Jumat, 30 Desember 2011

Project Menulis "Aku dan Idolaku"

Yap, gua akan membuat project menulis kali ini yaitu "Aku dan Idolaku". Apa yang membuat gua terinspirasi membuat project ini? Tentunya, dari kehidupan nyata sehari-hari. Gua banyak ngeliat teman-teman bahkan gua sendiri mengalami sendiri punya kekaguman yang cukup besar terhadap seseorang yang gua idolakan, yang mereka itu artis, aktor, aktris, presenter, penulis, penyanyi, atlit atau pelawak sekalipun. Mereka punya sisi berbeda yang kita lihat, sehingga kita meng-idolakan mereka. Dari kekaguman kita terhadap mereka yang kita lihat dari prestasi, akting, suara atau bahkan cuma dari fisiknya yang cantik atau ganteng aja. Itu berbagai macam pendapat dan persepsi dari semua orang pasti berbeda. Maka dari itu disini gua membuat project menulis ini dengan tujuan menyalurkan unek-unek dan isi hati kalian tentang kekaguman kalian pada seorang idola.
Buku ini nanti berisi sekitar 20-25 cerita dari orang yang berbeda pastinya dan akan di terbitkan melalui layanan self-publishing nulis buku.com.

Berikut adalah syaratnya:
1) Cerita ini berupa karangan bebas, boleh itu cerpen, puisi, atau deskripsi.
2) Cerita di ambil dari kisah nyata. Dengan menuliskan siapa nama idola dan mengapa kamu mengidolakan dia sebagai idola kamu (boleh menyertakan foto bersama idola mu jika ada)
3) Tidak mengandung PORNO dan SARA juga tidak ada unsur menjelek-jelekan orang lain.
4) Cara kirimnya melalui email kirim ke im.alig@yahoo.com dengan subjek #judul tulisanmu-account twitter- nama pena (contoh: #idolaku inspirasiku- @talithabrantya - talitha brantya)
5) File yang dikirimkan berbentuk attachments font: arial. Size: 12 margin: normal. Maksimal 4 lembar. Minimal 1 lembar
6) Atau bisa menulis di blog mu. Lalu kirimkan link blog mu melalui mention ke twitter saya @talithabrantya sebelumnya harus follow juga ya :) (buat kirim DM ke kalian yg naskahnya terpilih)
7) Batas waktu mengumpulkan karya nya DIPERPANJANG sampai tanggal 15 Januari 2012 pukul 23.59
8) saya sarankan tulisan kalian ini dengan mengidolakan warga negara asli INDONESIA ya.
9) Ceritakan bagaimana sosok idolamu, mengapa kamu mengidolakannya, kehebatan dan profesi idolamu (boleh sertakan biografi atau profil dirinya juga)

Untuk mengenai ROYALTI/ hasil penjualan buku. Seluruhnya akan saya sumbangkan ke panti asuhan di daerah Tangerang atau Jakarta selatan.
Ada yang mau kasih saran tentang panti asuhan sekitar sana?
Dan untuk yang berbaik hati ingin menyumbang desain cover? Silahkan kirim gambarnya ke email saya yang sudah tertera di atas.

Selamat menulis :)
Untuk yang ingin bertanya lebih lanjut silakan mention langsung ke @talithabrantya untuk info selanjutnya :)

#publish your dreams

Rabu, 28 Desember 2011

Lulus UN - Kerja - Rilis Novel Perdana - Kuliah dari hasil uang kerja sendiri (Resolusi Tahun 2012)

Mungkin di baca dari Judulnya di atas, udah jelas banget resolusi baru aku di 2012 lumayan berat ya kedengerannya. Tapi aku nggak akan bikin resolusi seenaknya tanpa pernah melihat sebagian dulu diri aku dan kemampuanku :)

Saat ini emang aku masih duduk di kelas 3 SMA, but so what? Tidak perlu menjadi dewasa dan hebat kan untuk memiliki resolusi yang hebat juga? mungkin kedengarannya memang terlalu muluk. Lulus Ujian Nasionalnya itu wajar, namun kerja sambil kuliah mungkin yang kedengarannya 'agak' terlalu sulit.
Tapi lagi lagi itu semua sudah aku pertimbangkan sebaik-baiknya.
Secara tidak langsung, kakak laki-laki ku satu-satunya itu memberikan contoh sekaligus inspirasi untuk hidup ku ke depannya. Sejak lulus SMA, disaat teman-temannya sibuk mencari dan mendaftar PTN atau PTS dimana-mana kakak ku justru sibuk mencari lowongan pekerjaan. Singkat cerita, setelah 2 tahun ia bekerja di salah satu perusahaan tekstil di bagian QA ia sudah bisa kuliah dari hasil gaji sendiri, bahkan motor yang ia pakai pun hasil keringat dari ia bekerja sendiri. Aku bangkit, aku ingin mandiri sepertinya, tidak menyusahkan orang tua ku dan terlebih, Aku ingin lebih menghargai hasil keringat ku dengan tidak berhura-hura dengan boros memakai uang semau ku saja.

Kedengarannya klise mungkin, namun apa salahnya? Tidak sedikit mahasiswa sekarang yang membiayai kuliahnya dari hasil uang kerja mereka sendiri. Sepertinya puas bukan? Toh, mereka pun lebih menghargai ilmu yang mereka cari dan mereka dapatkan.
Urusan dimana nanti dan sebagai apa nanti aku bekerja tidak masalah. aku memiliki beberapa keahlian dan yang terpenting adalah Tekad dan Niat yang besar.

Resolusi ku yang lain adalah Menerbitkan Novel Perdana ku.
Yeah! Ini saat yang ku tunggu-tunggu dari dulu, dengan berbagai cara untuk tetap melanjutkan novel ini akhirnya aku siap memberikan draft nya kepada beberapa penerbit di Jakarta. Dengan banyak yang telah ku korbankan. Dari mulai waktu belajar hingga uang jajan untuk mengetik tulisan dan novel ku di warnet dekat rumah, mungkin saat ini novel perdana ku baru sampai 65%. Namun apa salahnya kan menargetkan bahwa tahun ini novel pertama aku harus selesai dan terbit? Pasti menyenangkan rasanya, jika tulisan di novelku bisa di baca bahkan bisa bermanfaat untuk orang banyak, terlebih lagi novel ini adalah 98% kisah nyata realita dari kehidupanku seutuhnya.

Tentunya ada niat, ada usaha juga harus ada Doa, karena tanpa itu semua mustahil apa yang ku inginkan bisa terwujudkan. Tanpa pernah berhenti meminta kepada allah, aku rasa allah akan mengabulkan semua doa ku jika usaha yang ku lakukan juga sudah maksimal.
Dan buat semua yang membaca ini, semoga senantiasa kamu ikut mendoakan aku ya, agar semua resolusi besar ku di tahun 2012 bisa terlaksana :) amin dan terimakasih

Rabu, 21 Desember 2011

"Malaikat Tanpa Sayap" - Selamat Hari Ibu :)

Malaikat Tanpa Sayap Tiada perasaan bahagia, yang melebihi rasa bahagia ku saat mama hadir didalam mimpiku, menjadi bagian dalam tidur lelapku. Mama, semoga saja kau dapat membaca sebuah tulisan sederhana ku ini, sebuah surat pengantar rinduku padamu. Hampir 11 bulan sudah kita tidak bertemu, karena 2 alam berbeda yang memisahkan kita. Kembali ke 17 tahun yang lalu, aku tidak dapat mebayangkannya. Betapa bahagia nya perasaan mu saat kau diberitahu kau telah mengandung anak kedua mu. Dan itu perempuan, itu berarti anakmu sudah sepasang. Sudah lengkap bukan? 9 bulan kau mengandungku, membawa beban yang berat didalam perutmu, yang setiap bulan makin membesar, makan tak terasa enak, duduk pun tak lagi nyaman, tidur mu pun kini tak pulas seperti dulu sebelum kau mengandungku. Hari demi hari, bulan demi bulan kau lewati dengan penuh kesabaran, dengan penuh kasih kau begitu tulus menjaga seorang calon bayi mu, itu aku. Hingga dimana saat yang di tunggu-tunggu pun datang. Hari kelahiranku, aku bisa membayangkan wajah cantikmu dengan senyuman yang begitu menawan saat kau berhasil melahirkanku ke dunia ini dengan normal dan sehat. Mama, aku begitu tulus sangat mencintaimu, walaupun mungkin cinta ku tak sebanding apa-apa dengan rasa cinta mu yang kau berikan padaku seumur hidupmu, yang kau berikan dengan seluruh perjuangan mu untuk membahagiakan aku. Namun, percayalah mama. Bagiku kau adalah anugerah terindah dari tuhan yang ku miliki. Kau adalah sosok wanita yang begitu tegar, begitu kuat. Kau adalah malaikat tanpa sayap yang tuhan kirimkan untuk menjagaku. Seumur hidupmu, kau membesarkan ku dengan penuh rasa kasih yang takkan ada habisnya, kau mendidikku sehingga tumbuhlah aku menjadi anak perempuan yang begitu cantik sepertimu. Tanpa pernah kau mengeluh, mengaku lelah, mengaku bosan untuk selalu menjagaku. Begitu maha kuasa nya tuhan memberiku seorang ibu yang begitu hebatnya. Namun, maafkan aku mama. Jika selama hidupmu aku belum bisa membalas semua budimu, aku belum bisa membahagiakanmu, membuatmu bangga. Hingga pada akhirnya tuhan menjemputmu untuk kembali ke sisi nya, mungkin tak satupun bisa ku berikan untukmu, tak ada sesuatu berharga yang dapat ku persembahkan untukmu. Tapi, aku tak menyerah. Aku percaya, kau akan selalu menemani ku disetiap langkah ku. Dan aku akan tetap berusaha menjadi seperti yang kau inginkan, dan kelak akan membuatmu bangga. Walaupun, mungkin aku tidak akan pernah tahu bagaimana nanti kau akan menunjukkan bahwa aku telah berhasil membuatmu bangga bahkan sampai menitikkan air mata harumu. Surat sederhana ku yang ku tulis untukmu ini hanya sebagian kecil dari ku untuk mengungkapkan rasa cinta dan rasa kagum ku yang luar biasa besar ku berikan untukmu mama. Tak dapat ku memberikan semua barang-barang mahal, makanan kesukaanmu, baju baru yang indah. Aku hanya dapat memberikan doa yang tiada pernah terputus ku kirimkan padamu mama, yakni aku selalu berdoa pada tuhan, dan menyelipkan namamu di dalam sholatku. "ya allah berikan ketenangan dan kedamaian untuk mama ku disana. Izinkan mama kembali tersenyum manis dan selalu tersenyum manis, angkat semua bebannya dan jadikan mama selalu bahagia disana, selalu ada dalam surgamu yang indah, ketenangan jiwa di tempat terindah di sisimu ya allah . Biarkan mama tahu betapa mama selalu di cintai anak anaknya. TERUTAMA AKU YANG SANGAT MENCINTAINYA, biarkan mama tahu betapa mama selalu dirindukan anak anaknya. TERUTAMA AKU YANG SANGAT MERINDUKANNYA. Izinkan aku untuk tetap berbakti dan mengabdi untuk semua kasih sayangnya dan untuk mengharap surga di bawah telapak kaki sucinya. Amin

Kamis, 08 Desember 2011

276-knfyra-arnaprl- for someone in my heart, the only one

Thanks, God! Finally i found someone who can give me wings to fly away of his blue eyes, like the sky above where i can stay there. Someone who can make me fell too happy in my life just because his smile, someone who i love with all my heart and soul. Someone who'll stay around through all my ups and downs. God, thanks for give me a reason to believe that he is my destiny, the only one who i'll keep in my heart forever.

177/6-knfyra-arnaprl- melodi patah hati

Hari-hari berselimutkan kelam
Tak ada cahaya untuk menerangi satu pun harapan.
Bahkan, kau tak tahu apa yang ada dalam hati ini sebenarnya.
Aku tak pernah berpikir untuk jatuh cinta.
Sebelum akhirnya aku merasakan itu
Jauh dalam hati yang tak bisa ku percaya.
Dirimu di mataku
Seolah yang lain tak ada
Kornea mataku hanya di izinkan melihat sosokmu saja
Dirimu di mataku
Seolah otakku kehilangan akal
Kapan pun aku tak rela mengosongkan pikiranku tentangmu
Tapi, ini tak seindah diriku di matamu
Aku tak tahu
Apakah ada aku dalam matamu?

175-KNFYRA-arnaprl- hidupku dan hidupmu

Hidupku dan Hidupmu
Hidupku seperti dewi malam bernaung semalaman
Hidupmu bagai surya tergelincir di keesokan
Hidupku adalah perjalanan panjang
Yang bila ingin berhenti akan sulit terlewati
Hidupmu adalah pemberhentian perjalanan
Yang tertepis saat ku melewati
Hidupku hanyalah sisa akar tanaman
Yang menjalar ke semua arah
Dengan menebarkan buah harapan
Hidupmu ialah sebuah akar kuat
Yang siap melindungi akar lemah
Tatkala menjalar dan muncul di dekatnya
Hidupku terlalu dipenuhi oleh sesuatu
Yang berkaitan dengan hidupmu
Hidupmu tak tahu apa pun yang terjadi
Dalam hidupku karenamu
Hidupku terlalu merindukan hidupmu
Aku bersama hidupku
Dan kau bersama hidupmu

Sabtu, 26 November 2011

Aku Merindukan Semua Tentangmu, Mama

Pagi ini aku dibangunkan dengan sebuah keributan lagi. Aku rindu dibangunkan dengan kata-kata mu bunda... Bukan dibangunkan dengan cara seperti ini.
Aku rindu saat-saat seperti dulu, saat dimana aku dan mama hanya tinggal berdua. Rasanya tenang, tak pernah ada keributan seperti ini.
Aku rindu, dimana setiap pagi aku harus ke sekolah, mama selalu menyiapkan sarapan pagi untukku, bahkan menyuapkan nya padaku.
Aku rindu, saat mama menyisirkan rambutku, saat ia berkomentar tentang penampilanku jika aku mau pergi kemana pun.
Aku rindu, makanan kesukaan ku yg mama masak sangat spesial, dan tidak pernah aku menemukan makanan seenak itu di hotel atau restoran paling mahal sekalipun.
Aku rindu, masakan mama. Makanan kesukaanku, udang balado dan tumis kangkung.
Aku rindu, celotehan mama, omelan kecil mama terhadapku.
Aku rindu, semua sms nya saat aku pulang kerumah agak terlambat.
Aku rindu, semua hal kecil yg mama lakukan.
Aku merindukan semua tentangnya

Selasa, 22 November 2011

Memori Di Masa Lalu #2

"gua pengen cari pacar sekaligus calon suami yg hebat ah kayak bokap gua".
beberapa anak perempuan pasti membanggakan ayahnya, iya. Itu emang nggak salah, itu wajar. Bahkan banyak dari anak perempuan yg pengen punya pacar ataupun suami nya nanti kayak pribadi ayahnya. Tapi apa kabar nya dengan aku?
memori memori di masa lalu yg sampai detik ini masih terekam dan tersimpan rapih didalam ingatan sering banget ke rewind. kadang suka ada perasaan 'benci' klo inget itu semua, nyakitin. Mungkin ini yg bikin aku lebih milih tinggal sama mama dari pada sama papa dulu.
Mungkin dulu aku masih terlalu kecil buat ngerti urusan orang dewasa, urusan mama dan papa. Tapi semakin kesini, semakin aku dewasa aku juga semakin ngerti. Dan sekarang bener-bener ngerti. Klo dugaan aku dari dulu emang nggak pernah salah.
Memori di masa lalu itu yg bikin aku sekarang terlalu menjadi 'pemilih' buat hal pacaran. Nggak mau sembarangan dan asal pilih aja. Tepatnya nggak mau memori di masa lalu itu nanti nya akan menimpa aku langsung.
Entah kenapa, sampai sekarang aku nggak habis pikir sama seorang laki laki yg sampai hati buat melukai hati perempuan, apalagi sampai melukai fisiknya.
Beberapa tahun yg lalu di depan mataku, aku jadi saksi pertengkaran mereka.
Dimana saat papa memukul mama, membanting semua perabotan rumah. Dari mulai vas bunga, gelas, piring, sampai kipas angin pun berterbangan didalam rumah.
Aku hanya menangis dan mendekap mbak ida (pengasuhku saat itu). Kejadian itu tidak berlangsung sekali dua kali saja.
Mungkin klo di ingat-ingat aku melihat kejadian menyakitkan itu saat aku belum lancar membaca, saat aku masih belajar di taman kanak kanak. Memori itu sudah berlalu berbelas-belas tahun yg lalu. Namun entah mengapa. Kejadian itu yg paling aku ingat, yg paling sering terlintas di pikiran ku.
Mungkin itu yg sekarang menjadikan ku perempuan yg nggak lemah.
Yg memegang sabuk biru di pencak silat, itu mungkin yg menjadikan aku tumbuh menjadi anak yg agak terlihat 'tomboy' dan lebih berhati-hati dalam memilih teman dekat laki-laki. Apalagi untuk menaruh hati pada laki-laki.
Aku tidak mau salah pilih, dan kejadian yg di alami mama pun terjadi lagi pada ku.
Sampai kapan pun, memori di masa lalu yg satu ini akan terus menghantui pikiran ku...

Memori Di Masa Lalu #1

Dulu, Aku hanya bisa diam.
Ketika teman-teman ku bercerita tentang keharmonisan keluarganya. Tentang bagaimana mereka sekeluarga makan bersama, pergi bersama.
Namun, aku menceritakan sebaliknya. Aku bercerita bagaimana aku dan mama ku selalu kompak, jalan-jalan ke mall dengan memakai baju kembaran, atau sekedar untuk saling sibuk membaca buku di toko buku, mama ku membaca buku tentang masakan dan aku membaca buku buku yg aku suka.
Sekarang? Aku hanya bisa diam.
Ketika teman-teman ku menceritakan keharmonisan keluarganya, atau ketika mereka menceritakan bagaimana bahagia nya ia masih memiliki seorang mama.
seorang mama yg bisa diajak jalan-jalan ke mall, yg bisa mengajarkannya masak, atau untuk sekedar bercerita tentang labilnya masa masa remaja seperti jatuh cinta.
Tapi, untuk hal yg terakhir ku sebutkan tadi, untuk sekedar bercerita dengan mama.
Sebenarnya aku pun masih sering bercerita dengan mama, walaupun hanya bercerita di hadapan foto nya atau di depan makam nya saja. Walaupun semua yg ku ceritakan tidak pernah di tanggapinya. Tapi entah mengapa aku terus bercerita semua yg ku alami pada mama. Aku meyakini dalam hati ku pribadi, mama pasti bisa denger semua yg aku ceritakan. PASTI. Mama juga pasti bantu kasih solusi, cuma aja, mungkin ga lewat kata-kata. Tapi langsung ke perbuatan. Mama pasti bantuin aku setiap aku melangkah dan nyelesain semua masalah.
Mungkin beberapa orang nganggep ini nggak wajar, apalagi klo ada orang yg waktu itu lihat aku bawain bunga mawar merah ke makam saat ulang tahun mama sambil nyanyiin lagu selamat ulang tahun di depan makam mama. mungkin ada yg bilang aku gila. Tapi nggak peduli apa kata orang. Toh mereka yg beranggapan seperti itu mungkin belum ngerasain rasa kehilangan yg begitu mendalam seperti apa yg aku rasain sekarang.

Aku Ingin Terus Berada Dalam Tidurku, Selamanya...

Sudah 2 hari ini aku terbaring lemah di atas tempat tidur kesayanganku.
Suhu tubuhku naik turun, kepala ku terasa berat sekali. Mungkin aku kelelahan setelah menjadi panitia di acara ulang tahun sekolah.
aku tertidur seakan aku terbius, lelap sekali.
Aku bermimpi. Didalam Mimpiku, Aku melihat sesosok wanita hebat yg telah melahirkanku.
iya, MAMA.
lagi lagi dia..
selalu saja da..
Didalam mimpiku, seolah-olah seperti ada didalam kehidupan nyata, dimana latar kejadian mimpi itu sama persis didalam sebuah kamar, kamar tidurku.
Aku tertidur diatas pangkuannya, mama masih memandangi wajahku terus selama mata ku terpejam, sambil terus membelai rambutku. tiba-tiba aku membuka mata.. mama langsung menyapa ku dengan hangat "de, badan kamu panas lagi nih, tenggorokannya sakit nggak? mama bikinin teh manis panas ya?". belum sempat aku menjawab mama sudah melangkah ke dapur, dan tak lama kemudian ia kembali dengan membawakan secangkir teh manis panas. lalu menyuapiku sesendok demi sesendok teh manis panas itu.yang aku ingat, dulu saat mama masih ada, setiap hari sebelum aku berangkat sekolah. mama selalu melakukan hal yg sama seperti ini padaku.
mama masih saja menatapku dalam-dalam, wajahnya masih sama seperti dulu, tidak ada yg berubah.. hanya saja kali ini wajah mama terlihat lebih bersinar dibanding biasanya, senyuman mama masih manis seperti dulu. masih terasa hangat.
tiba-tiba saat mama masih menyuapkan beberapa sendok teh manis panas, mama menerima telepon entah dari siapa. raut wajahnya yg tadi nya gembira sekejap berubah menjadi datar setelah menerima telpon tersebut, aku melihat sedikit kekecewaan di wajah mama.
lalu mama langsung berpamitan padaku "de, mama ada urusan sebentar ya, nggak lama kok bentar lagi juga balik lagi. kamu mau mama bawain makanan apa?"
itu pertanyaan yg sangat sering mama lontarkan saat meninggalkan ku dikala ku sakit.
aku menjawab "iya, jangan lama-lama ya ma, bawain apa aja deh terserah mama"
aku juga tidak mengerti kenapa aku menjawab demikian, sejujurnya dalam hatiku aku tidak ingin mama pergi lagi. namun sepertinya bibirku mengucapkannya secara otomatis tanpa bisa aku kendalikan.
mama pun akhirnya berjalan keluar dari kamarku.
aku kembali tidur. dan saat aku terbangun. aku tersadar bahwa itu hanya mimpi...
Sungguh, mimpi itu seperti nyata. aku menyesal kenapa aku bangun dari tidurku terlalu cepat?
kenapa aku tidak tertidur lebih lama lagi?
kenapa aku tidak terus berada dalam tidurku?
agar aku bisa lebih lama lagi bertemu mama,
agar aku bisa lebih lama lagi menghabiskan waktu dengannya.
ya tuhan, aku rela terus berada dalam tidurku jika yg aku mimpikan adalah mama.
Aku ingin terus berada dalam tidurku, selamanya. jika selamanya pun aku bisa terus bersama dengan mama.

Rabu, 16 November 2011

Ask and Answer #1

saya akan menjawab beberapa pertanyaan yg masuk ke email saya. Berikut diantaranya :

- Ask : "talitha, kenapa sih kok isi blog nya tentang mama lo semua?nggak ada ide lain ya?"
- Answer : "karna sudah saya postingkan juga ya, di postingan saya yg judulnya INSPIRATION. Ibu saya adalah inspirasi terbesar dan terhebat saya :) "


- Ask : "lo kelihatan tegar dan kuat banget setelah di tinggal pergi nyokap lo, apa sebenarnya lo nggak sedih?atau lo malah seneng?"
- Answer : hahahaha, saya belajar tegar dari kehilangan. Saya rasa ga ada 1 orang pun yg merasa senang saat ditinggal ibu nya untuk selamanya, sedih pasti ada, namun saya ga mau berlarut larut :) "


- Ask : "apa yg bikin lo sekuat ini?bagi-bagi tips dong buat semua yg pernah ngerasain hal yg sama kayak lo"
- Answer : "okeee hehe, yg bikin saya sekuat ini ya tetap 1. Yaitu almh. Ibu saya. Saya yakin dengan saya berlarut larut dalam kesedihan malah justru akan membuat belau sedih dan tidak tenang disana. Jadi saya berusaha ikhlas dan merelakan kepergiannya :) "


- Ask : "mana katanya mau bikin buku novel?ngomong doang kali"
- Answer : wah haha saya ga mau terlalu buru-buru, karna saya nulis pakai hati, bukan pake deadline yg di iming imingi sesuatu. Saya mau novel pertama saya yg terbit nanti bukan hanya bisa menghibur pembaca nya saja, namun juga bermanfaat. Saya mau semuanya tertata dengan rapih sesuai yg saya impikan :) "


Sudah dulu ya hehe, terima kasih yg sudah bertanya melalui email. Seperti yg diminta saya tidak menyantumkan nama dan alamat email si penanya itu.
Untuk yg ingin bertanya lagi atau share tentang hobi menulis atau pun masalahnya bisa langsung ke (im.alig@yahoo.com) terimakasih :)

Belajar Tegar dari Kehilangan

Sebelumnya, saya menulis postingan ini tanpa pernah bermaksud menggurui apalagi mengajarkan arti hidup ini. Saya hanya ingin berbagi pengalaman. Teruntuk sahabat saya Wina, Keluarga dari tissa khususnya mbak acha (kakak kandung tissa) dan untuk semua orang yg pernah merasakan pedihnya kehilangan seorang yg sangat kita cintai.

aku sendiri pribadi, pernah merasakan bagaimana pedih dan sakitnya kehilangan seorang yg saya cintai, apalagi itu seorang ibu. apalagi selama hampir 9 tahun aku hanya tinggal bersama mama, tepatnya setelah kedua orang tua ku memutuskan untuk berpisah. Aku hanya tinggal bersama mama berdua saja. terbayang kan?apapun yg ku lakukan pasti bersama mama, pergi kemana pun juga bersama mama, bahkan tidur pun sekamar sama beliau. Sampai tiba tiba suatu hari kesehatan mama mulai ambruk, namun berbeda dengan almh.tissa dan alm.ayahnya wina yg memang sudah terbaring dirumah sakit lebih lama. Mama ku tidak sampai 24 jam di opname dirumah sakit. Bahkan saat hari rabu jam 5 sore mama di bawa ke UGD, mama masih bisa dan kuat naik ke atas kasur diruang UGD untuk di infus, mama pun masih sadar, hanya saja saat itu mama terus berlinangan air mata sambil memegangi perutnya dan berkata "mama ga kuat, udah ga kuat" entah berapa banyak air mata yg terus keluar dan mengalir di pipiku, yg ku tau, tadi pagi mama masih membuatkan sarapan untukku, bahkan ia menyuapi ku dan menyisir rambutku, namun tiba-tiba saat aku pulang, mama sudah terkulai lemas tak berdaya di kamar, dengan banyak orang di rumahku. Sore nya saat mama sudah di tempatkan di ruang rawat inap mama pun masih sadar, hanya saja mama sudah tidak banyak bicara. Jam 20.00 aku pamit pulang, karena besok aku harus sekolah, malam itu kakakku yg menjaga mama. Saat berpamitan sama mama, rasanya pengen banget meluk mama dan cium kening juga kedua pipi nya. Tapi entah, kenapa saat itu aku tidak melakukannya, mama bilang "ade besok sekolah aja, pulang sekolah langsung kesini ya temenin mama" ucap mama terbata bata, dan ternyata itu ucapan terakhir mama padaku. Esok hari nya saat aku sedang menyiapkan seragam sekolah, kakak ku telpon bilang bahwa mama napasnya sudah sesak, udah di pindahin diruang ICU. Seluruh keluarga langsung ke rumah sakit. Dan saat aku sampai di ruang ICU. Mama napasnya lagi di pompa sama 3 suster disana, kaki nya sudah dingin dan kaku. aku terus membacakan "la illaha ilallah" di telinga nya sambil masih terisak tangis. Aku masih mencium aroma dan desahan napas mama saat membacakan doa di telinga nya. Namun saat aku membacakan mama yasin. Tiba-tiba suster bilang "ibu ini udah nggak ada" aku tersontak, lalu menangis dan menjerit. Ini terlalu cepat untukku.. Apalagi seminggu sebelum mama meninggal, mama baru saja merancang perayaan ulang tahunku ke 17 secara kecil-kecilan. Setelah mama meninggal dokter baru bilang bahwa mama meninggal karna pembengkakan liver dan kantong empedu nya sudah pecah. Akhirnya setelah mama meninggal aku tinggal bersama papa, kakak laki laki ku dan kakek nenek.

Aku menjalani masa-masa berat ku. Menjalani hari hari ku yg dulu selalu bersama mama kini hanya sendiri. Aku sampai muak dan bosan mendengar kata "sabar ya tha" yg di ucapkan setiap orang padaku.
namun pelan-pelan aku pun mengikhlaskan dan merelakan kepergian mama.
Mungkin ini yg terbaik untuk almh. Mama ku, alm. Ayahnya wina dan almh. Tissa.
Mungkin kita semua akan lebih sedih dan tidak tega melihat mereka terus terusan merasakan penyakitnya dengan begitu banyak alat alat aneh yg menempel ditubuhnya.

Mereka selalu ada di dalam hati kita, mereka pun terus menemani dan menjaga kita. Hanya saja alam kita dan mereka yg berbeda. Membuat kita tidak bisa melihat mereka secara langsung seperti dulu.
Kini yg mereka butuhkan hanya doa yg tidak pernah putus kita lantunkan untuk mereka. Dan juga kesucian dan keikhlasan hati untuk melepas dan merelakan kepergian mereka.

Selamat jalan.
Semoga kalian senantiasa sering datang ke mimpi kita ya. Karena hanya lewat mimpi, kita dapat melihat mereka secara langsung.

Minggu, 06 November 2011

Inspiration

Suatu pernyataan yg bilang "kamu tidak akan menyadari betapa penting dan berharga nya orang itu, sebelum kamu kehilangannya" itu benar adanya. Saya pribadi kini merasakannya.
pahit manisnya menjalani hidup tanpa seorang ibu. Apalagi masalah masalah baru pun kian menghampiri setelah aku tinggal bersama ayah dan nenekku. sebelumnya aku hanya tinggal bersama mama, menurutku mama adalah sosok single fighter. Dia berjuang mati matian untuk menghidupi ku. Dia menjadi sosok teladan dan inspirasi ku untuk menulis, rasa nya aku perlu membabat semua pohon di belantara kalimantan untuk menjadikannya kertas agar bisa menuliskan semua kehebatan dan semua pengorbanan yg telah dia berikan untukku. Mama bekerja keras seorang diri untuk membiayai semua kebutuhan ku. Bangun saat matahari belum terbit, saat adzan shubuh belum berkumandang. Dan tidur saat bulan sudah mulai lelah menyinari malam. Hingga dia pun terkadang tidak mempedulikan kesehatannya yang semakin hari semakin buruk. tidak pernah ia mengeluh lelah, tidak pernah ia mengaku susah. Hingga sampai akhir hidupnya, aku baru tahu kalau mama terkena penyakit pembengkakan liver. Ya tuhan, izinkan aku membuat mama sedikit bangga pada ku. Izinkan aku menulis sebuah karya untuk memotivasi dan memberikan pencerahan tentang apa arti seorang ibu dan apa makna dari hidup ini, tanpa pernah bermaksud menggurui semua orang. Izinkan mama agar selalu hidup di hati ku ini ya tuhan, izinkan mama tetap menjadi inspirasi terbesar dan terhebat di sepanjang hidupku..

Ayah

Entah, aku harus berbahagia atau malah sebaliknya... Aku sudah kehilangan seorang ibu setelah akhirnya allah swt mengambilnya dari dunia. Apakah kali ini aku harus juga kehilangan seorang ayah. namun bukan untuk selamanya. Melainkan, hanya sementara, sampai waktu yang belum dapat aku bayangkan.
Rasanya aku sedikit lega, dengan pergi nya ia dari rumah ini, mungkin bathin ku sedikit tenang, tidak ada lagi pikiran pikiran yang seharusnya tidak ku pikirkan terlintas dalam benak, terekam oleh otak. Namun, apa nanti jadi nya aku? Kalau memang ayah ku tidak bisa terselamatkan kondisi nya? Kalau saja nanti ayah tidak bisa bertahan sekuat tenaga untuk sembuh dan keluar dari situasi dan kondisi yang tidak akan pernah aku inginkan adanya. Kemarin seharusnya ayah sudah berangkat di jemput ke suatu tempat itu, aku sengaja pergi keluar rumah dan kembali lagi saat hari sudah mulai gelap. Aku sengaja menghindar, aku tidak ingin menyaksikan ayahku di jemput dan pergi meninggalkan rumah, mungkin untuk waktu yg cukup lama. Namun melesat dari yg telah ku bayangkan. Ayah ku belum pergi. Setelah aku tanya pada nenekku. Ia hanya bilang. Ayah di jemput dan akan pergi nya hari senin. Berarti bisa di bilang, mulai dari esok hari aku tidak bisa lagi bertemu dengannya. Entah harus bagaimana aku menghindar untuk tidak menyaksikan kejadian itu esok hari? Selama ini aku membenci ayah, namun tidak menyimpan dendam pada nya. Hati kecil ku berkata aku menyayanginya. Namun sikap nya yang membuat rasa benci ini akhirnya tercipta dan tumbuh sedemikian rupa. yah, apa boleh buat. Aku melakukan hal ini, membiarkan ayah pergi untuk kesembuhannya. Semua untuk kebaikan ayah :)

Jumat, 21 Oktober 2011

Tanpa Judul #1

tuhan, jika boleh aku meminta..
Izinkan aku bertemu mama malam ini saja..
Aku ingin memeluknya, menciumnya dan bercerita sedikit tentang bagaimana rumitnya kehidupanku setelah kepergiannya.
Aku ingin bertemu mama ya tuhan,
Aku mulai melupakan wajah cantiknya,
Aku mohon jangan kau biarkan aku lupa dengan wajah seorang wanita yg telah melahirkanku
Aku ingin memeluk mama ya tuhan
Aku mulai lupa akan bagaimana rasa bahagianya berada di pelukan hangat seorang ibu..
Aku ingin mencium mama ya tuhan
Aku mulai lupa bagaimana rasa nya mencium dan di cium tulus oleh ibu ku sendiri..
Jika boleh aku meminta, bisa kah kau kirimkan satu bidadari cantik disurga untuk menjaga ku?untuk menggantikan mama, dan tentu saja untuk aku panggil dengan sebutan "mama".. Karena setelah mama pergi, aku tidak pernah mengucapkan dan memanggil seseorang dengan sebutan "mama" lagi. Bahkan aku hampir lupa bagaimana rasa nya menyebutkan kata itu.

Minggu, 16 Oktober 2011

Ini kita, Ini Cinta

Siang berganti menjadi senja. Ketika cahaya matahari sudah mulai meredupkan cahaya nya. Ketika suara kicau burung di sore hari terdengar merdu. Ketika saat matahari mulai terbenam hingga akhirnya tenggelam dan hari mulai gelap. Saat itulah cinta datang. Saat kamu duduk di hadapanku, di sebuah resto outdoor, semilir angin sore menghempas.. Kamu datang dengan beberapa tangkai bunga mawar putih di tanganmu.. Ternyata benar kata orang, bahwa saat cinta menyapa, kita terasa orang buta yang tak dapat melihat apapun di dunia. Termasuk aku, yang biasa nya melihat mawar putih adalah bunga biasa. Namun saat kamu yang membawakannya kemudian mempersembahkan mawar itu padaku, aku melihat beberapa tangkai bunga cinta yang luar biasa indahnya. Mungkin terdengar berlebihan. Namun, ini lah yang kurasa. Saat kata demi kata, kalimat demi kalimat yang kita ucapkan dalam perbincangan sore ini. Terdengar seperti perbincangan yang sangat romantis. Juga saat kita mulai menebar senyuman dan tawa canda, terlihat sangat mesra sekali. Aku bahagia saat di dekatmu..
Hingga akhirnya hari pun semakin larut.. Bintang pun seperti malu menampakan dirinya, namun tetap ada bulan yang setia menemani malam. Seperti yang ku harapkan itu adalah kamu, yang setia bersama ku. Terucap kata perpisahan untuk perjumpaan kita sore ini, tanpa aku tahu kapan kita akan bertemu lagi nanti.. Kita berjalan mengiringi langkah yang sepertinya enggan untuk berpisah, dengan genggaman tanganmu yang hangat. menyenangkan rasanya, saat kau menatap mata ku dengan tatapan tajam mu, lalu tersenyum dan mencubit pipi ku dengan lembut hingga pipi ku berubah menjadi merah merona karna malu.. kemudian kau meletakkan telapak tanganmu di keningku dan mengacak acak lembut poni rambutku lalu berkata "jangan macem macem ya, aku sayang banget sama kamu" yaaaah ini lah kita, dan inilah cinta :)

Senin, 10 Oktober 2011

Pertemuan dan Perpisahan Dikala Hujan

#FLASHBACK
kejadian ini terjadi kurang lebih pada pertengahan bulan November 2007. saat itu aku sudah SMP. dengan keadaan rumah yang sepi dan membosankan. aku tumbuh menjadi anak yang agak keras kepala. dirumah aku hanya tinggal bersama ibu ku. tepatnya setelah perpisahan kedua orang tua ku. aku sering kali merasa bosan dan kesepian. karna saat itu ibu ku pun bekerja. dan pulang agak larut malam, sekitar jam 9 malam. sering kali aku berpetualang keluar rumah pada sore hari dan berusaha sampai dirumah sebelum ibuku pulang. saat itu hari rabu sore, aku mulai nai angkutan umum jurusan serpong-bsd. aku pergi seperti biasa, tanpa tujuan. dan aku berhenti di depan sebuah mall. namun aku tetap berjalan melewati pintu masuk mall itu. sore itu hujan deras, sedangkan jaket dan topi yang ku pakai sudah basah kuyup terguyur oleh air hujan. aku berjalan menunduk sambil memasukan kedua tanganku kedalam saku jaketku, aku menggigil. saat aku berjalan mulai jauh, tiba tiba saja.... "braaaaaakkk!!!!" aku menabrak seseorang. saat aku menoleh keatas untuk melihat wajahnya, ternyata dia seorang remaja perempuan, wajahnya cukup manis, kulitnya tidak putih namun tidak juga hitam. dia memakai pakaian yang serupa denganku. skinny jeans, kaos berwarna hitam, jaket dan topi. namun wajahnya tampak kesal. aku memecah kesunyian saat itu, aku langsung bilang "maaf, nggak sengaja" lalu cepat-cepat bergegas untuk pergi. "heh, tunggu!" langkah ku terhenti saat anak erempuan tadi memanggilku. aku menoleh, lalu dia berjalan mendekat ke arahku... "ikut gua! lalu dia pun menarik tanganku dengan cepat, ternyata dia mengajakku ke sebuah mini market yang menyediakan makanan instan dan kopi panas. suasana masih hening. sambil meneguk kopi panas masing-masing. dia memandangku heran, lalu akhirnya tertawa memecahkan kesunyian. "hahahaha, lo nggak sadar cara berpakaian kita sama?" lalu kami pun berkenalan, ternyata nama nya THATA.. nama yang serupa juga kan denganku?saat perkenalan itu, kami mulai bertukar nomor telepon. dan bertukar cerita.. aku senang berkenalan dengan thata, ia anak yang ramah, tidak seperti kelihatannya. ia anak yang lucu, juga saat mulai lama dan semakin dekat dengannya, aku tahu kalau thata mempunyai rasa solidaritas yang tinggi. aku pun mulai berkenalan juga dengan teman-teman thata. ada ires dan abel. namun setelah kurang lebih 1 tahun mengenal dan berteman dekat dengan thata, aku mengerti. thata adalah anak korban dari perceraian orang tua nya. astagaaaa ada apa ini? ternyata dia mengalami hal yang serupa juga denganku.
namun yang membedakan aku dengan thata adalah. kedua orang tua thata telah memiliki keluarga baru dan mereka tinggal masing-masing diluar kota, sehingga thata disini hanya tinggal bersama kakak sepupunya. aku tahu, mungkin hidupku lebih beruntung dari thata, bahkan kedua orang tua thata pun tidak pernah berkunjung ke sini atau untuk sekedar menanyakan bagaimana kabar anak tunggal perempuannya itu. orang tua thata hanya memberi thata uang untuk biaya sekolah dan hidupnya sendiri. thata 2 tahun lebih tua umurnya dariku, namun ia sudah tidak bersekolah lagi, bukan karena masalah biaya atau apalah. tapi thata pernah bilang "ngapain gua sekolah, toh ilmu nggak cuma bisa gua dapat dari sekolah doang kan?gua males disekolah. isinya anak-anak manja semua"
akhirnya aku tahu, thata selama ini memakai barang haram yaitu narkoba, aku sempat kaget dan sempat berpikir untuk menjauhi dirinya. tapi, selama aku berteman dengannya. tidak pernah ia sekali pun mengajakku untuk ikut juga mengkonsumsi barang haram tersebut. bahkan di suatu hari aku bertanya, kenapa thata tidak pernah mengajakku untuk mencoba mengkonsumsi barang haram tersebut, thata hanya bilang "biar gua aja yang rusak, biar masa depan gua aja yang ancur. tapi masa depan temen-temen gua nggak boleh ancur kayak gua" itu yang membuat aku tetap percaya dan mengurungkan niatku untuk menjauhi thata.
hingga suatu hari aku tahu, thata sering ikut balapan motor. aku sempat tidak percaya karena thata itu kan perempuan, dia tidak tomboy. tapi memang dia cukup hebat dalam mengendarai motor, aku pikir ini semua hanya terjadi di dalam sinetron-sinetron yang pernah aku tonton saja. ternyata tidak. aku mengalami nya sendiri sekarang...
saat itu pertengahan bulan mei 2009, aku sudah jarang bertemu dengan thata, tapi aku sering menanyakan kabar dan sekedar untuk bercerita pada nya melalui pesan singkat sms. yang saat itu aku ingat thata pernah membentakku dia memarahiku tidak seperti biasanya.. "kalau ngehadepin masalah kayak gini aja lo udah nyerah, lo udah capek dan pake nangis segala, mendingan lo jauhjauh dari gua, gua nggak mau punya temen cengeng kayak lo!" tapi entah kenapa kata-kata itu yang sampai detik ini selalu bisa memotivasi ku untuk tidak menyerah dalam menghadapi masalah.
Hari ini aku janjian bertemu dengan thata, hari ini tanggal 31 Mei 2009. saat menuju jalanan rumahnya di salah satu kawasan perumahan elit sekitar BSD, tiba-tiba perasaan hati ku tidak enak,langit pun gelap daritadi pagi langit sudah mendung, namun saat aku dan ires menuju rumah thata hujan pun turun dengan deras, padahal ini bukan musim hujan, namun hujan nya begitu deras, bahkan tidak di awali dengan rintik-rintik tetesan gerimis air hujan dulu. di tengah jalan aku melihat sekerumunan orang sedang berkumpul, rupa nya ada kecelakaan, mata ku tidak terlalu jelas melihat seperti apa korban kecelakaan tersebut karena langit sore ini memang sangat gelap seperti tertutup kabut. namun ires memberhentikan motornya didekat kerumunan itu, jalanan aspal yang tadinya berwarna abu-abu kini telah menjadi merah karena darah, juga karena hujan yang turun dengan deras membuat darah itu mengalir dan meluas. saat ires dan aku masuk kedalam kerumunan itu ires pun refleks berteriak "thataaaaaaa!!!!!!!" ternyata thata adalah korban kecelakaan itu, kaki ku langsung lemas tidak percaya, juga karena melihat darah yang begitu banyaknya. thata tak saadarkan diri, sedangkan beberapa orang sedang mencoba mengangkat thata dari motornya, thata terjepit, sehingga cukup sulit untuk mengangkat tubuhnya yang terjepit oleh motornya yang sudah tidak berbentuk lagi, kepalanya berdarah, wajah manis thata pun tergores aspal.. bibir dan hidung thata mengeluarkan darah. aku terpaku. diam sambil menangis memeluk tubuh ires, begitupun ires yang tak dapat berbicara apa-apa lagi. hingga pada akhirnya thata di bawa oleh sebuah mobil yang lewat saat itu, aku dan ires diantar oleh seorang bapak-bapak juga ke tempat dimana thata akan dibawa. rumah sakit ***i international. thata di bawa ke UGD. namun ternyata tuhan berkehendak lain nyawa thata sudah tidak ada saat ditempat kejadian kecelakaan tersebut. pembuluh darah thata sudah pecah, tulang belakangnya patah.. dan sesuatu diagnosa dokter yang membuatku merinding saat mendengarnya adalah "pasien, terkena penyakit kanker paru-paru stadium 3". aku tak percaya, begitupun ires sahabat thata yang sudah mengenal thata sejak SD. thata tidak pernah cerita tentang penyakitnya ini, thata memang sering sesak nafas dan sulit bernafas, juga batuk-batuk berkepanjangan . namun thata bilang kalau itu karena thata punya penyakit asma.
semalam setelah kepergian thata, ayah dan ibu thata baru saja datang. bahkan mereka tidak hadir saat pemakaman thata. mereka mungkin menyesali nya. karena yang aku lihat ibu thata pun sangat terpukul atas kejadian ini.

pertemuan ku dengan thata terjadi saat turun hujan,
dan mengapa perpisahan ku dengan thata pun harus terjadi disaat turun hujan?

(lagu untuk sahabatku, Reytavenzka fidelia)

Ku lihat sesuatu yg beda dalam dirimu teman
yg hadirkan ceria di setiap hariku
tuk menghapus luka yg kurasakan

kau beda kau sangatlah beda dari yg lainnya
kau mampu bangkitkan semangat hidupku
dan hapuskan semua masa lalu yg kian menyiksaku

dimana dirimu saat ini?
Tak lg ada disampingku menemani langkahku
kini ku rindukan hangatnya pelukmu manisnya senyummu untukku .

Kini hanyalah kenangan yg ada
saat kau dan aku berjuang tuk meraih mimpi bersama
akankah disana kau melihatku yg begitu rindukan semua tentangmu .

Mengapa harus dirimu yg pergi tinggalkanku
tanpa sdikit pesan yg kau berikan
begitu cepatnya tuhan memanggilmu
tuk kembali padanya
bersinar bersama bintang .




#11
#15harimenulisdiblog

Minggu, 09 Oktober 2011

Apa ini pantas aku sebut sbg HADIAH ?

#FLASHBACK
hari ini tanggal 28 Agustus 2001. saat itu aku berumur 6 tahun, dan duduk dikelas 2 sekolah dasar. entah mengapa selama beberapa hari belakangan ini, istana ku yang sederhana ini berubah menjadi neraka kecil. setiap hari aku harus mendengar suara jeritan ibu ku. suara bentakan ayahku. dan barang barang pecah belah didalam rumah melayang kesana kemari lalu akhirnya terjatuh dan "praaaaaannnnggggg" pecah berkeping keping. ayah yang membanting dan melempar semua barang-barang itu hingga akhirnya jatuh dan terpecah. aku hanya duduk menahan tangis di sebuah pojok kamar sambil menutup mata agar tidak melihat kejadian mengerikan itu. aku tertidur malam ini, tanpa ditemani sebuah dongeng dari ibu, tanpa di awali oleh kecupan hangat dari ibu dan ayah. aku tertidur dengan mata sembab. aku menyembunyikan suara isak tangis dan tetesan air mata ku dibalik sebuah bantal guling yang ku peluk. aku tidak ingin menambah kesedihan ibu, apabila ia melihat ku menangis. aku berusaha memendam suara isakan tangis ku itu dan menahan air mata yang mungkin akan jatuh lebih banyak lagi. tahukah kamu? ternyata menahan air mata yang akan terjatuh itu sangat sulit daripada harus memberhentikan tangisan.
keesokan pagi nya aku terbangun. ayahku sudah berangkat kerja. ia lupa atau memang tidak mau mengucapkan selamat ulang tahun padaku? hari ini aku berulang tahun yang ke-7. biasanya sebelum berangkat kerja ayah selalu mencium keningku. namun tidak untuk hari ini.
ibu, memberi ku ucapan selamat ulang tahun sambil mencium kedua pipi dan keningku.
dan seperti biasa ibu mengantar ku ke sekolah.
pada malam hari nya, sepulang ayah bekerja. ia baru mengucapkan selamat ulang tahun untukku. dan seperti malam-malam yang sudah sudah, pertengkaran itu terjadi lagi, namun malam itu aku mendengar kata-kata yang sebelumnya belum pernah aku dengar "cerai dan pisah" saat itu aku sama sekali belum mengerti apa itu artinya berpisah dan bercerai. kata ibu, berpisah itu artinya ayah dan ibu sudah tidak sama-sama lagi. aku semakin bingung. apa maksudnya? kenapa harus tidak bersama-sama lagi?sedangkan nenek dan kakek sudah tua pun mereka masih bersama-sama. beribu-ribu pertanyaan tersimpan dibenakku. namun kata ayah, aku masih terlalu kecil untuk mengetahui arti dari ini semua. yang ayah bilang, dia akan tetap menjaga ku. itu saja.
hari ulang tahunku, tidak dihiasi oleh kue tart bertuliskan "happy birthday talitha", tidak juga oleh pesta yang meriah. namun dihari ulang tahun ku aku dikenalkan oleh sebuah kosa kata baru yang belum pernah sebelumnya aku dengar dan aku ketahui yaitu " berpisah dan bercerai" . entah aku harus bersedih atau bahagia saat itu, karena aku memang benar-benar tidak tahu arti dari semua ini. namun setelah beberapa hari aku melihat ayah dan ibu tidak pernah berbicara lagi. ibu pun sekarang tidur dikamarku setiap hari. tidak lagi tidur bersama ayah.
saat aku mulai beranjak remaja aku pun mulai mengerti itu semua. apa itu arti perceraian dan perpisahan. dan yang membuat hatiku sakit dan menyesal. mengapa harus aku dengar kata kata itu di hari bahagia ku? di hari ulang tahunku. apakah ini semua adalah HADIAH yang ayah dan ibu berikan untukku?jika iya. mungkin ini adalah hadiah yang tidak akan pernah aku inginkan ada. dan hadiah terburuk selama aku hidup.

#10
#15harimenulisdiblog

Sabtu, 08 Oktober 2011

Jendela hati ku untuk mama

Kita bisa melihat berbagai sisi kehidupan menggunakan panca indera kita. Indera penglihatan yaitu mata. Saya anggap mata sebagai jendela, dimana saat pagi hari ia membuka mata, ia dapat melihat semua kehidupan di luar. Seperti jendela yang dibuka saat pagi hari. Dan ditutup jika hari sudah mulai gelap. Sesungguhnya aku ingin memiliki sebuah jendela dari alam nyata yang aku pijak kini, menuju alam dimana alm. mama ku tinggal. Namun aku sudah menemukan jawabannya sebelum sempat pusing untuk memikirkannya. Itu semua tidak mungkin. tapi, aku tetap mempunyai jendela untuk tetap bertemu alm. Mama ku tercinta dari sini. Jendela itu ku anggap sebagai doa dan alam bawah sadar yang bisa membuat ku bertemu dengan dia walaupun dibatasi oleh suatu penghalang. Yaitu alam yang berbeda. Tapi bolehkah aku meminta dan teramat sangat memohon memiliki jendela untuk sekedar melihat alm. Mama ku sedang apa disana. Dan sekedar untuk mengucapkan "selamat ulang tahun" untuknya? Karena tepat pada hari ini 8 Oktober, wanita hebat itu, pahlawan dihidupku sedang berulang tahun. Aku sangat ingin bertemu dengannya, hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan memeluk erat dirinya. Bahwa aku sangat merindukan mama. Aku ingin, saat aku terbangun di pagi hari nanti dan membuka jendela, aku bisa menemukan mama di jendela kehidupannya disana. Sekali lagi, selamat ulang tahun mamaku tercinta. Semoga engkau selalu damai dan bahagia disisi-NYA. Doa ku selalu menyertaimu :)

#9 #15harimenulisdiblog

Kamis, 29 September 2011

Bukan Obsesi

Dari aku kecil, aku sudah suka membaca. Mulai bacaan di papan reklame pinggir jalan, di billboard, pamflet, majalah, komik, buku dongeng, hingga koran. Dan hobi membaca ku itu berlanjut hingga aku remaja ini. Aku suka sekali membaca biografi seseorang, buku motivasi, majalah, juga novel. Entah kenapa saat aku membaca novel. Aku bisa merasakan menjadi peran utama didalam novel tersebut. Hingga akhirnya aku pun menyalurkan juga hobi menulisku ke dalam bentuk novel yang saat ini sedang tahap proses penyelesaian. Isi novel yang ku buat sederhana. Kisah nyata dari kehidupanku. Aku menganggap novel ini sebagai diary. Aku tidak tergolong anak yang introvert. Tapi sepertinya untuk beberapa masalah ada yang tidak bisa aku ceritakan pada semua orang yang dekat denganku. Mungkin setelah nanti novel ku selesai dan berhasil memenuhi syarat untuk segera di terbitkan. Semua orang yang mengenalku baru akan tahu siapa aku sebenarnya dan dari mana aku berasal. dan mungkin mereka dan kamu yang mungkin menyempatkan waktu untuk berkunjung ke blog ku dan membaca entry ini. Akan menilai sendiri bagaimana aku menjalani masa masa sulit dan masa masa berat di hidupku selama ini. Aku ingin menjadi penulis novel yang best seller. Yang tentu nya juga bisa bermanfaat untuk setiap orang yang membaca nya. juga bisa memotivasi mereka dan membangkitkan mental mereka setiap mereka menghadapi masa masa sulit dan berat dikehidupan ini. Aku hanya ingin berbagi tanpa pernah sedikit pun bermaksud menggurui kalian. Aku juga hanya manusia biasa. Punya perasaan yang sensitif apalagi aku ini wanita. Aku ingin berbagi sedikit cerita dan pengalaman bagaimana seharusnya kita memanfaatkan hidup kita yang singkat dan indah ini dengan hal hal yang menyenangkan. Aku rasa ini bukan obsesi belaka. Bismillahirohmanirrohim semoga allah mengijinkan aku untuk cepat cepat menyelesaikan novel ku ini.