Selasa, 22 November 2011

Memori Di Masa Lalu #1

Dulu, Aku hanya bisa diam.
Ketika teman-teman ku bercerita tentang keharmonisan keluarganya. Tentang bagaimana mereka sekeluarga makan bersama, pergi bersama.
Namun, aku menceritakan sebaliknya. Aku bercerita bagaimana aku dan mama ku selalu kompak, jalan-jalan ke mall dengan memakai baju kembaran, atau sekedar untuk saling sibuk membaca buku di toko buku, mama ku membaca buku tentang masakan dan aku membaca buku buku yg aku suka.
Sekarang? Aku hanya bisa diam.
Ketika teman-teman ku menceritakan keharmonisan keluarganya, atau ketika mereka menceritakan bagaimana bahagia nya ia masih memiliki seorang mama.
seorang mama yg bisa diajak jalan-jalan ke mall, yg bisa mengajarkannya masak, atau untuk sekedar bercerita tentang labilnya masa masa remaja seperti jatuh cinta.
Tapi, untuk hal yg terakhir ku sebutkan tadi, untuk sekedar bercerita dengan mama.
Sebenarnya aku pun masih sering bercerita dengan mama, walaupun hanya bercerita di hadapan foto nya atau di depan makam nya saja. Walaupun semua yg ku ceritakan tidak pernah di tanggapinya. Tapi entah mengapa aku terus bercerita semua yg ku alami pada mama. Aku meyakini dalam hati ku pribadi, mama pasti bisa denger semua yg aku ceritakan. PASTI. Mama juga pasti bantu kasih solusi, cuma aja, mungkin ga lewat kata-kata. Tapi langsung ke perbuatan. Mama pasti bantuin aku setiap aku melangkah dan nyelesain semua masalah.
Mungkin beberapa orang nganggep ini nggak wajar, apalagi klo ada orang yg waktu itu lihat aku bawain bunga mawar merah ke makam saat ulang tahun mama sambil nyanyiin lagu selamat ulang tahun di depan makam mama. mungkin ada yg bilang aku gila. Tapi nggak peduli apa kata orang. Toh mereka yg beranggapan seperti itu mungkin belum ngerasain rasa kehilangan yg begitu mendalam seperti apa yg aku rasain sekarang.

Aku Ingin Terus Berada Dalam Tidurku, Selamanya...

Sudah 2 hari ini aku terbaring lemah di atas tempat tidur kesayanganku.
Suhu tubuhku naik turun, kepala ku terasa berat sekali. Mungkin aku kelelahan setelah menjadi panitia di acara ulang tahun sekolah.
aku tertidur seakan aku terbius, lelap sekali.
Aku bermimpi. Didalam Mimpiku, Aku melihat sesosok wanita hebat yg telah melahirkanku.
iya, MAMA.
lagi lagi dia..
selalu saja da..
Didalam mimpiku, seolah-olah seperti ada didalam kehidupan nyata, dimana latar kejadian mimpi itu sama persis didalam sebuah kamar, kamar tidurku.
Aku tertidur diatas pangkuannya, mama masih memandangi wajahku terus selama mata ku terpejam, sambil terus membelai rambutku. tiba-tiba aku membuka mata.. mama langsung menyapa ku dengan hangat "de, badan kamu panas lagi nih, tenggorokannya sakit nggak? mama bikinin teh manis panas ya?". belum sempat aku menjawab mama sudah melangkah ke dapur, dan tak lama kemudian ia kembali dengan membawakan secangkir teh manis panas. lalu menyuapiku sesendok demi sesendok teh manis panas itu.yang aku ingat, dulu saat mama masih ada, setiap hari sebelum aku berangkat sekolah. mama selalu melakukan hal yg sama seperti ini padaku.
mama masih saja menatapku dalam-dalam, wajahnya masih sama seperti dulu, tidak ada yg berubah.. hanya saja kali ini wajah mama terlihat lebih bersinar dibanding biasanya, senyuman mama masih manis seperti dulu. masih terasa hangat.
tiba-tiba saat mama masih menyuapkan beberapa sendok teh manis panas, mama menerima telepon entah dari siapa. raut wajahnya yg tadi nya gembira sekejap berubah menjadi datar setelah menerima telpon tersebut, aku melihat sedikit kekecewaan di wajah mama.
lalu mama langsung berpamitan padaku "de, mama ada urusan sebentar ya, nggak lama kok bentar lagi juga balik lagi. kamu mau mama bawain makanan apa?"
itu pertanyaan yg sangat sering mama lontarkan saat meninggalkan ku dikala ku sakit.
aku menjawab "iya, jangan lama-lama ya ma, bawain apa aja deh terserah mama"
aku juga tidak mengerti kenapa aku menjawab demikian, sejujurnya dalam hatiku aku tidak ingin mama pergi lagi. namun sepertinya bibirku mengucapkannya secara otomatis tanpa bisa aku kendalikan.
mama pun akhirnya berjalan keluar dari kamarku.
aku kembali tidur. dan saat aku terbangun. aku tersadar bahwa itu hanya mimpi...
Sungguh, mimpi itu seperti nyata. aku menyesal kenapa aku bangun dari tidurku terlalu cepat?
kenapa aku tidak tertidur lebih lama lagi?
kenapa aku tidak terus berada dalam tidurku?
agar aku bisa lebih lama lagi bertemu mama,
agar aku bisa lebih lama lagi menghabiskan waktu dengannya.
ya tuhan, aku rela terus berada dalam tidurku jika yg aku mimpikan adalah mama.
Aku ingin terus berada dalam tidurku, selamanya. jika selamanya pun aku bisa terus bersama dengan mama.

Rabu, 16 November 2011

Ask and Answer #1

saya akan menjawab beberapa pertanyaan yg masuk ke email saya. Berikut diantaranya :

- Ask : "talitha, kenapa sih kok isi blog nya tentang mama lo semua?nggak ada ide lain ya?"
- Answer : "karna sudah saya postingkan juga ya, di postingan saya yg judulnya INSPIRATION. Ibu saya adalah inspirasi terbesar dan terhebat saya :) "


- Ask : "lo kelihatan tegar dan kuat banget setelah di tinggal pergi nyokap lo, apa sebenarnya lo nggak sedih?atau lo malah seneng?"
- Answer : hahahaha, saya belajar tegar dari kehilangan. Saya rasa ga ada 1 orang pun yg merasa senang saat ditinggal ibu nya untuk selamanya, sedih pasti ada, namun saya ga mau berlarut larut :) "


- Ask : "apa yg bikin lo sekuat ini?bagi-bagi tips dong buat semua yg pernah ngerasain hal yg sama kayak lo"
- Answer : "okeee hehe, yg bikin saya sekuat ini ya tetap 1. Yaitu almh. Ibu saya. Saya yakin dengan saya berlarut larut dalam kesedihan malah justru akan membuat belau sedih dan tidak tenang disana. Jadi saya berusaha ikhlas dan merelakan kepergiannya :) "


- Ask : "mana katanya mau bikin buku novel?ngomong doang kali"
- Answer : wah haha saya ga mau terlalu buru-buru, karna saya nulis pakai hati, bukan pake deadline yg di iming imingi sesuatu. Saya mau novel pertama saya yg terbit nanti bukan hanya bisa menghibur pembaca nya saja, namun juga bermanfaat. Saya mau semuanya tertata dengan rapih sesuai yg saya impikan :) "


Sudah dulu ya hehe, terima kasih yg sudah bertanya melalui email. Seperti yg diminta saya tidak menyantumkan nama dan alamat email si penanya itu.
Untuk yg ingin bertanya lagi atau share tentang hobi menulis atau pun masalahnya bisa langsung ke (im.alig@yahoo.com) terimakasih :)

Belajar Tegar dari Kehilangan

Sebelumnya, saya menulis postingan ini tanpa pernah bermaksud menggurui apalagi mengajarkan arti hidup ini. Saya hanya ingin berbagi pengalaman. Teruntuk sahabat saya Wina, Keluarga dari tissa khususnya mbak acha (kakak kandung tissa) dan untuk semua orang yg pernah merasakan pedihnya kehilangan seorang yg sangat kita cintai.

aku sendiri pribadi, pernah merasakan bagaimana pedih dan sakitnya kehilangan seorang yg saya cintai, apalagi itu seorang ibu. apalagi selama hampir 9 tahun aku hanya tinggal bersama mama, tepatnya setelah kedua orang tua ku memutuskan untuk berpisah. Aku hanya tinggal bersama mama berdua saja. terbayang kan?apapun yg ku lakukan pasti bersama mama, pergi kemana pun juga bersama mama, bahkan tidur pun sekamar sama beliau. Sampai tiba tiba suatu hari kesehatan mama mulai ambruk, namun berbeda dengan almh.tissa dan alm.ayahnya wina yg memang sudah terbaring dirumah sakit lebih lama. Mama ku tidak sampai 24 jam di opname dirumah sakit. Bahkan saat hari rabu jam 5 sore mama di bawa ke UGD, mama masih bisa dan kuat naik ke atas kasur diruang UGD untuk di infus, mama pun masih sadar, hanya saja saat itu mama terus berlinangan air mata sambil memegangi perutnya dan berkata "mama ga kuat, udah ga kuat" entah berapa banyak air mata yg terus keluar dan mengalir di pipiku, yg ku tau, tadi pagi mama masih membuatkan sarapan untukku, bahkan ia menyuapi ku dan menyisir rambutku, namun tiba-tiba saat aku pulang, mama sudah terkulai lemas tak berdaya di kamar, dengan banyak orang di rumahku. Sore nya saat mama sudah di tempatkan di ruang rawat inap mama pun masih sadar, hanya saja mama sudah tidak banyak bicara. Jam 20.00 aku pamit pulang, karena besok aku harus sekolah, malam itu kakakku yg menjaga mama. Saat berpamitan sama mama, rasanya pengen banget meluk mama dan cium kening juga kedua pipi nya. Tapi entah, kenapa saat itu aku tidak melakukannya, mama bilang "ade besok sekolah aja, pulang sekolah langsung kesini ya temenin mama" ucap mama terbata bata, dan ternyata itu ucapan terakhir mama padaku. Esok hari nya saat aku sedang menyiapkan seragam sekolah, kakak ku telpon bilang bahwa mama napasnya sudah sesak, udah di pindahin diruang ICU. Seluruh keluarga langsung ke rumah sakit. Dan saat aku sampai di ruang ICU. Mama napasnya lagi di pompa sama 3 suster disana, kaki nya sudah dingin dan kaku. aku terus membacakan "la illaha ilallah" di telinga nya sambil masih terisak tangis. Aku masih mencium aroma dan desahan napas mama saat membacakan doa di telinga nya. Namun saat aku membacakan mama yasin. Tiba-tiba suster bilang "ibu ini udah nggak ada" aku tersontak, lalu menangis dan menjerit. Ini terlalu cepat untukku.. Apalagi seminggu sebelum mama meninggal, mama baru saja merancang perayaan ulang tahunku ke 17 secara kecil-kecilan. Setelah mama meninggal dokter baru bilang bahwa mama meninggal karna pembengkakan liver dan kantong empedu nya sudah pecah. Akhirnya setelah mama meninggal aku tinggal bersama papa, kakak laki laki ku dan kakek nenek.

Aku menjalani masa-masa berat ku. Menjalani hari hari ku yg dulu selalu bersama mama kini hanya sendiri. Aku sampai muak dan bosan mendengar kata "sabar ya tha" yg di ucapkan setiap orang padaku.
namun pelan-pelan aku pun mengikhlaskan dan merelakan kepergian mama.
Mungkin ini yg terbaik untuk almh. Mama ku, alm. Ayahnya wina dan almh. Tissa.
Mungkin kita semua akan lebih sedih dan tidak tega melihat mereka terus terusan merasakan penyakitnya dengan begitu banyak alat alat aneh yg menempel ditubuhnya.

Mereka selalu ada di dalam hati kita, mereka pun terus menemani dan menjaga kita. Hanya saja alam kita dan mereka yg berbeda. Membuat kita tidak bisa melihat mereka secara langsung seperti dulu.
Kini yg mereka butuhkan hanya doa yg tidak pernah putus kita lantunkan untuk mereka. Dan juga kesucian dan keikhlasan hati untuk melepas dan merelakan kepergian mereka.

Selamat jalan.
Semoga kalian senantiasa sering datang ke mimpi kita ya. Karena hanya lewat mimpi, kita dapat melihat mereka secara langsung.

Minggu, 06 November 2011

Inspiration

Suatu pernyataan yg bilang "kamu tidak akan menyadari betapa penting dan berharga nya orang itu, sebelum kamu kehilangannya" itu benar adanya. Saya pribadi kini merasakannya.
pahit manisnya menjalani hidup tanpa seorang ibu. Apalagi masalah masalah baru pun kian menghampiri setelah aku tinggal bersama ayah dan nenekku. sebelumnya aku hanya tinggal bersama mama, menurutku mama adalah sosok single fighter. Dia berjuang mati matian untuk menghidupi ku. Dia menjadi sosok teladan dan inspirasi ku untuk menulis, rasa nya aku perlu membabat semua pohon di belantara kalimantan untuk menjadikannya kertas agar bisa menuliskan semua kehebatan dan semua pengorbanan yg telah dia berikan untukku. Mama bekerja keras seorang diri untuk membiayai semua kebutuhan ku. Bangun saat matahari belum terbit, saat adzan shubuh belum berkumandang. Dan tidur saat bulan sudah mulai lelah menyinari malam. Hingga dia pun terkadang tidak mempedulikan kesehatannya yang semakin hari semakin buruk. tidak pernah ia mengeluh lelah, tidak pernah ia mengaku susah. Hingga sampai akhir hidupnya, aku baru tahu kalau mama terkena penyakit pembengkakan liver. Ya tuhan, izinkan aku membuat mama sedikit bangga pada ku. Izinkan aku menulis sebuah karya untuk memotivasi dan memberikan pencerahan tentang apa arti seorang ibu dan apa makna dari hidup ini, tanpa pernah bermaksud menggurui semua orang. Izinkan mama agar selalu hidup di hati ku ini ya tuhan, izinkan mama tetap menjadi inspirasi terbesar dan terhebat di sepanjang hidupku..

Ayah

Entah, aku harus berbahagia atau malah sebaliknya... Aku sudah kehilangan seorang ibu setelah akhirnya allah swt mengambilnya dari dunia. Apakah kali ini aku harus juga kehilangan seorang ayah. namun bukan untuk selamanya. Melainkan, hanya sementara, sampai waktu yang belum dapat aku bayangkan.
Rasanya aku sedikit lega, dengan pergi nya ia dari rumah ini, mungkin bathin ku sedikit tenang, tidak ada lagi pikiran pikiran yang seharusnya tidak ku pikirkan terlintas dalam benak, terekam oleh otak. Namun, apa nanti jadi nya aku? Kalau memang ayah ku tidak bisa terselamatkan kondisi nya? Kalau saja nanti ayah tidak bisa bertahan sekuat tenaga untuk sembuh dan keluar dari situasi dan kondisi yang tidak akan pernah aku inginkan adanya. Kemarin seharusnya ayah sudah berangkat di jemput ke suatu tempat itu, aku sengaja pergi keluar rumah dan kembali lagi saat hari sudah mulai gelap. Aku sengaja menghindar, aku tidak ingin menyaksikan ayahku di jemput dan pergi meninggalkan rumah, mungkin untuk waktu yg cukup lama. Namun melesat dari yg telah ku bayangkan. Ayah ku belum pergi. Setelah aku tanya pada nenekku. Ia hanya bilang. Ayah di jemput dan akan pergi nya hari senin. Berarti bisa di bilang, mulai dari esok hari aku tidak bisa lagi bertemu dengannya. Entah harus bagaimana aku menghindar untuk tidak menyaksikan kejadian itu esok hari? Selama ini aku membenci ayah, namun tidak menyimpan dendam pada nya. Hati kecil ku berkata aku menyayanginya. Namun sikap nya yang membuat rasa benci ini akhirnya tercipta dan tumbuh sedemikian rupa. yah, apa boleh buat. Aku melakukan hal ini, membiarkan ayah pergi untuk kesembuhannya. Semua untuk kebaikan ayah :)

Jumat, 21 Oktober 2011

Tanpa Judul #1

tuhan, jika boleh aku meminta..
Izinkan aku bertemu mama malam ini saja..
Aku ingin memeluknya, menciumnya dan bercerita sedikit tentang bagaimana rumitnya kehidupanku setelah kepergiannya.
Aku ingin bertemu mama ya tuhan,
Aku mulai melupakan wajah cantiknya,
Aku mohon jangan kau biarkan aku lupa dengan wajah seorang wanita yg telah melahirkanku
Aku ingin memeluk mama ya tuhan
Aku mulai lupa akan bagaimana rasa bahagianya berada di pelukan hangat seorang ibu..
Aku ingin mencium mama ya tuhan
Aku mulai lupa bagaimana rasa nya mencium dan di cium tulus oleh ibu ku sendiri..
Jika boleh aku meminta, bisa kah kau kirimkan satu bidadari cantik disurga untuk menjaga ku?untuk menggantikan mama, dan tentu saja untuk aku panggil dengan sebutan "mama".. Karena setelah mama pergi, aku tidak pernah mengucapkan dan memanggil seseorang dengan sebutan "mama" lagi. Bahkan aku hampir lupa bagaimana rasa nya menyebutkan kata itu.

Minggu, 16 Oktober 2011

Ini kita, Ini Cinta

Siang berganti menjadi senja. Ketika cahaya matahari sudah mulai meredupkan cahaya nya. Ketika suara kicau burung di sore hari terdengar merdu. Ketika saat matahari mulai terbenam hingga akhirnya tenggelam dan hari mulai gelap. Saat itulah cinta datang. Saat kamu duduk di hadapanku, di sebuah resto outdoor, semilir angin sore menghempas.. Kamu datang dengan beberapa tangkai bunga mawar putih di tanganmu.. Ternyata benar kata orang, bahwa saat cinta menyapa, kita terasa orang buta yang tak dapat melihat apapun di dunia. Termasuk aku, yang biasa nya melihat mawar putih adalah bunga biasa. Namun saat kamu yang membawakannya kemudian mempersembahkan mawar itu padaku, aku melihat beberapa tangkai bunga cinta yang luar biasa indahnya. Mungkin terdengar berlebihan. Namun, ini lah yang kurasa. Saat kata demi kata, kalimat demi kalimat yang kita ucapkan dalam perbincangan sore ini. Terdengar seperti perbincangan yang sangat romantis. Juga saat kita mulai menebar senyuman dan tawa canda, terlihat sangat mesra sekali. Aku bahagia saat di dekatmu..
Hingga akhirnya hari pun semakin larut.. Bintang pun seperti malu menampakan dirinya, namun tetap ada bulan yang setia menemani malam. Seperti yang ku harapkan itu adalah kamu, yang setia bersama ku. Terucap kata perpisahan untuk perjumpaan kita sore ini, tanpa aku tahu kapan kita akan bertemu lagi nanti.. Kita berjalan mengiringi langkah yang sepertinya enggan untuk berpisah, dengan genggaman tanganmu yang hangat. menyenangkan rasanya, saat kau menatap mata ku dengan tatapan tajam mu, lalu tersenyum dan mencubit pipi ku dengan lembut hingga pipi ku berubah menjadi merah merona karna malu.. kemudian kau meletakkan telapak tanganmu di keningku dan mengacak acak lembut poni rambutku lalu berkata "jangan macem macem ya, aku sayang banget sama kamu" yaaaah ini lah kita, dan inilah cinta :)

Senin, 10 Oktober 2011

Pertemuan dan Perpisahan Dikala Hujan

#FLASHBACK
kejadian ini terjadi kurang lebih pada pertengahan bulan November 2007. saat itu aku sudah SMP. dengan keadaan rumah yang sepi dan membosankan. aku tumbuh menjadi anak yang agak keras kepala. dirumah aku hanya tinggal bersama ibu ku. tepatnya setelah perpisahan kedua orang tua ku. aku sering kali merasa bosan dan kesepian. karna saat itu ibu ku pun bekerja. dan pulang agak larut malam, sekitar jam 9 malam. sering kali aku berpetualang keluar rumah pada sore hari dan berusaha sampai dirumah sebelum ibuku pulang. saat itu hari rabu sore, aku mulai nai angkutan umum jurusan serpong-bsd. aku pergi seperti biasa, tanpa tujuan. dan aku berhenti di depan sebuah mall. namun aku tetap berjalan melewati pintu masuk mall itu. sore itu hujan deras, sedangkan jaket dan topi yang ku pakai sudah basah kuyup terguyur oleh air hujan. aku berjalan menunduk sambil memasukan kedua tanganku kedalam saku jaketku, aku menggigil. saat aku berjalan mulai jauh, tiba tiba saja.... "braaaaaakkk!!!!" aku menabrak seseorang. saat aku menoleh keatas untuk melihat wajahnya, ternyata dia seorang remaja perempuan, wajahnya cukup manis, kulitnya tidak putih namun tidak juga hitam. dia memakai pakaian yang serupa denganku. skinny jeans, kaos berwarna hitam, jaket dan topi. namun wajahnya tampak kesal. aku memecah kesunyian saat itu, aku langsung bilang "maaf, nggak sengaja" lalu cepat-cepat bergegas untuk pergi. "heh, tunggu!" langkah ku terhenti saat anak erempuan tadi memanggilku. aku menoleh, lalu dia berjalan mendekat ke arahku... "ikut gua! lalu dia pun menarik tanganku dengan cepat, ternyata dia mengajakku ke sebuah mini market yang menyediakan makanan instan dan kopi panas. suasana masih hening. sambil meneguk kopi panas masing-masing. dia memandangku heran, lalu akhirnya tertawa memecahkan kesunyian. "hahahaha, lo nggak sadar cara berpakaian kita sama?" lalu kami pun berkenalan, ternyata nama nya THATA.. nama yang serupa juga kan denganku?saat perkenalan itu, kami mulai bertukar nomor telepon. dan bertukar cerita.. aku senang berkenalan dengan thata, ia anak yang ramah, tidak seperti kelihatannya. ia anak yang lucu, juga saat mulai lama dan semakin dekat dengannya, aku tahu kalau thata mempunyai rasa solidaritas yang tinggi. aku pun mulai berkenalan juga dengan teman-teman thata. ada ires dan abel. namun setelah kurang lebih 1 tahun mengenal dan berteman dekat dengan thata, aku mengerti. thata adalah anak korban dari perceraian orang tua nya. astagaaaa ada apa ini? ternyata dia mengalami hal yang serupa juga denganku.
namun yang membedakan aku dengan thata adalah. kedua orang tua thata telah memiliki keluarga baru dan mereka tinggal masing-masing diluar kota, sehingga thata disini hanya tinggal bersama kakak sepupunya. aku tahu, mungkin hidupku lebih beruntung dari thata, bahkan kedua orang tua thata pun tidak pernah berkunjung ke sini atau untuk sekedar menanyakan bagaimana kabar anak tunggal perempuannya itu. orang tua thata hanya memberi thata uang untuk biaya sekolah dan hidupnya sendiri. thata 2 tahun lebih tua umurnya dariku, namun ia sudah tidak bersekolah lagi, bukan karena masalah biaya atau apalah. tapi thata pernah bilang "ngapain gua sekolah, toh ilmu nggak cuma bisa gua dapat dari sekolah doang kan?gua males disekolah. isinya anak-anak manja semua"
akhirnya aku tahu, thata selama ini memakai barang haram yaitu narkoba, aku sempat kaget dan sempat berpikir untuk menjauhi dirinya. tapi, selama aku berteman dengannya. tidak pernah ia sekali pun mengajakku untuk ikut juga mengkonsumsi barang haram tersebut. bahkan di suatu hari aku bertanya, kenapa thata tidak pernah mengajakku untuk mencoba mengkonsumsi barang haram tersebut, thata hanya bilang "biar gua aja yang rusak, biar masa depan gua aja yang ancur. tapi masa depan temen-temen gua nggak boleh ancur kayak gua" itu yang membuat aku tetap percaya dan mengurungkan niatku untuk menjauhi thata.
hingga suatu hari aku tahu, thata sering ikut balapan motor. aku sempat tidak percaya karena thata itu kan perempuan, dia tidak tomboy. tapi memang dia cukup hebat dalam mengendarai motor, aku pikir ini semua hanya terjadi di dalam sinetron-sinetron yang pernah aku tonton saja. ternyata tidak. aku mengalami nya sendiri sekarang...
saat itu pertengahan bulan mei 2009, aku sudah jarang bertemu dengan thata, tapi aku sering menanyakan kabar dan sekedar untuk bercerita pada nya melalui pesan singkat sms. yang saat itu aku ingat thata pernah membentakku dia memarahiku tidak seperti biasanya.. "kalau ngehadepin masalah kayak gini aja lo udah nyerah, lo udah capek dan pake nangis segala, mendingan lo jauhjauh dari gua, gua nggak mau punya temen cengeng kayak lo!" tapi entah kenapa kata-kata itu yang sampai detik ini selalu bisa memotivasi ku untuk tidak menyerah dalam menghadapi masalah.
Hari ini aku janjian bertemu dengan thata, hari ini tanggal 31 Mei 2009. saat menuju jalanan rumahnya di salah satu kawasan perumahan elit sekitar BSD, tiba-tiba perasaan hati ku tidak enak,langit pun gelap daritadi pagi langit sudah mendung, namun saat aku dan ires menuju rumah thata hujan pun turun dengan deras, padahal ini bukan musim hujan, namun hujan nya begitu deras, bahkan tidak di awali dengan rintik-rintik tetesan gerimis air hujan dulu. di tengah jalan aku melihat sekerumunan orang sedang berkumpul, rupa nya ada kecelakaan, mata ku tidak terlalu jelas melihat seperti apa korban kecelakaan tersebut karena langit sore ini memang sangat gelap seperti tertutup kabut. namun ires memberhentikan motornya didekat kerumunan itu, jalanan aspal yang tadinya berwarna abu-abu kini telah menjadi merah karena darah, juga karena hujan yang turun dengan deras membuat darah itu mengalir dan meluas. saat ires dan aku masuk kedalam kerumunan itu ires pun refleks berteriak "thataaaaaaa!!!!!!!" ternyata thata adalah korban kecelakaan itu, kaki ku langsung lemas tidak percaya, juga karena melihat darah yang begitu banyaknya. thata tak saadarkan diri, sedangkan beberapa orang sedang mencoba mengangkat thata dari motornya, thata terjepit, sehingga cukup sulit untuk mengangkat tubuhnya yang terjepit oleh motornya yang sudah tidak berbentuk lagi, kepalanya berdarah, wajah manis thata pun tergores aspal.. bibir dan hidung thata mengeluarkan darah. aku terpaku. diam sambil menangis memeluk tubuh ires, begitupun ires yang tak dapat berbicara apa-apa lagi. hingga pada akhirnya thata di bawa oleh sebuah mobil yang lewat saat itu, aku dan ires diantar oleh seorang bapak-bapak juga ke tempat dimana thata akan dibawa. rumah sakit ***i international. thata di bawa ke UGD. namun ternyata tuhan berkehendak lain nyawa thata sudah tidak ada saat ditempat kejadian kecelakaan tersebut. pembuluh darah thata sudah pecah, tulang belakangnya patah.. dan sesuatu diagnosa dokter yang membuatku merinding saat mendengarnya adalah "pasien, terkena penyakit kanker paru-paru stadium 3". aku tak percaya, begitupun ires sahabat thata yang sudah mengenal thata sejak SD. thata tidak pernah cerita tentang penyakitnya ini, thata memang sering sesak nafas dan sulit bernafas, juga batuk-batuk berkepanjangan . namun thata bilang kalau itu karena thata punya penyakit asma.
semalam setelah kepergian thata, ayah dan ibu thata baru saja datang. bahkan mereka tidak hadir saat pemakaman thata. mereka mungkin menyesali nya. karena yang aku lihat ibu thata pun sangat terpukul atas kejadian ini.

pertemuan ku dengan thata terjadi saat turun hujan,
dan mengapa perpisahan ku dengan thata pun harus terjadi disaat turun hujan?

(lagu untuk sahabatku, Reytavenzka fidelia)

Ku lihat sesuatu yg beda dalam dirimu teman
yg hadirkan ceria di setiap hariku
tuk menghapus luka yg kurasakan

kau beda kau sangatlah beda dari yg lainnya
kau mampu bangkitkan semangat hidupku
dan hapuskan semua masa lalu yg kian menyiksaku

dimana dirimu saat ini?
Tak lg ada disampingku menemani langkahku
kini ku rindukan hangatnya pelukmu manisnya senyummu untukku .

Kini hanyalah kenangan yg ada
saat kau dan aku berjuang tuk meraih mimpi bersama
akankah disana kau melihatku yg begitu rindukan semua tentangmu .

Mengapa harus dirimu yg pergi tinggalkanku
tanpa sdikit pesan yg kau berikan
begitu cepatnya tuhan memanggilmu
tuk kembali padanya
bersinar bersama bintang .




#11
#15harimenulisdiblog

Minggu, 09 Oktober 2011

Apa ini pantas aku sebut sbg HADIAH ?

#FLASHBACK
hari ini tanggal 28 Agustus 2001. saat itu aku berumur 6 tahun, dan duduk dikelas 2 sekolah dasar. entah mengapa selama beberapa hari belakangan ini, istana ku yang sederhana ini berubah menjadi neraka kecil. setiap hari aku harus mendengar suara jeritan ibu ku. suara bentakan ayahku. dan barang barang pecah belah didalam rumah melayang kesana kemari lalu akhirnya terjatuh dan "praaaaaannnnggggg" pecah berkeping keping. ayah yang membanting dan melempar semua barang-barang itu hingga akhirnya jatuh dan terpecah. aku hanya duduk menahan tangis di sebuah pojok kamar sambil menutup mata agar tidak melihat kejadian mengerikan itu. aku tertidur malam ini, tanpa ditemani sebuah dongeng dari ibu, tanpa di awali oleh kecupan hangat dari ibu dan ayah. aku tertidur dengan mata sembab. aku menyembunyikan suara isak tangis dan tetesan air mata ku dibalik sebuah bantal guling yang ku peluk. aku tidak ingin menambah kesedihan ibu, apabila ia melihat ku menangis. aku berusaha memendam suara isakan tangis ku itu dan menahan air mata yang mungkin akan jatuh lebih banyak lagi. tahukah kamu? ternyata menahan air mata yang akan terjatuh itu sangat sulit daripada harus memberhentikan tangisan.
keesokan pagi nya aku terbangun. ayahku sudah berangkat kerja. ia lupa atau memang tidak mau mengucapkan selamat ulang tahun padaku? hari ini aku berulang tahun yang ke-7. biasanya sebelum berangkat kerja ayah selalu mencium keningku. namun tidak untuk hari ini.
ibu, memberi ku ucapan selamat ulang tahun sambil mencium kedua pipi dan keningku.
dan seperti biasa ibu mengantar ku ke sekolah.
pada malam hari nya, sepulang ayah bekerja. ia baru mengucapkan selamat ulang tahun untukku. dan seperti malam-malam yang sudah sudah, pertengkaran itu terjadi lagi, namun malam itu aku mendengar kata-kata yang sebelumnya belum pernah aku dengar "cerai dan pisah" saat itu aku sama sekali belum mengerti apa itu artinya berpisah dan bercerai. kata ibu, berpisah itu artinya ayah dan ibu sudah tidak sama-sama lagi. aku semakin bingung. apa maksudnya? kenapa harus tidak bersama-sama lagi?sedangkan nenek dan kakek sudah tua pun mereka masih bersama-sama. beribu-ribu pertanyaan tersimpan dibenakku. namun kata ayah, aku masih terlalu kecil untuk mengetahui arti dari ini semua. yang ayah bilang, dia akan tetap menjaga ku. itu saja.
hari ulang tahunku, tidak dihiasi oleh kue tart bertuliskan "happy birthday talitha", tidak juga oleh pesta yang meriah. namun dihari ulang tahun ku aku dikenalkan oleh sebuah kosa kata baru yang belum pernah sebelumnya aku dengar dan aku ketahui yaitu " berpisah dan bercerai" . entah aku harus bersedih atau bahagia saat itu, karena aku memang benar-benar tidak tahu arti dari semua ini. namun setelah beberapa hari aku melihat ayah dan ibu tidak pernah berbicara lagi. ibu pun sekarang tidur dikamarku setiap hari. tidak lagi tidur bersama ayah.
saat aku mulai beranjak remaja aku pun mulai mengerti itu semua. apa itu arti perceraian dan perpisahan. dan yang membuat hatiku sakit dan menyesal. mengapa harus aku dengar kata kata itu di hari bahagia ku? di hari ulang tahunku. apakah ini semua adalah HADIAH yang ayah dan ibu berikan untukku?jika iya. mungkin ini adalah hadiah yang tidak akan pernah aku inginkan ada. dan hadiah terburuk selama aku hidup.

#10
#15harimenulisdiblog

Sabtu, 08 Oktober 2011

Jendela hati ku untuk mama

Kita bisa melihat berbagai sisi kehidupan menggunakan panca indera kita. Indera penglihatan yaitu mata. Saya anggap mata sebagai jendela, dimana saat pagi hari ia membuka mata, ia dapat melihat semua kehidupan di luar. Seperti jendela yang dibuka saat pagi hari. Dan ditutup jika hari sudah mulai gelap. Sesungguhnya aku ingin memiliki sebuah jendela dari alam nyata yang aku pijak kini, menuju alam dimana alm. mama ku tinggal. Namun aku sudah menemukan jawabannya sebelum sempat pusing untuk memikirkannya. Itu semua tidak mungkin. tapi, aku tetap mempunyai jendela untuk tetap bertemu alm. Mama ku tercinta dari sini. Jendela itu ku anggap sebagai doa dan alam bawah sadar yang bisa membuat ku bertemu dengan dia walaupun dibatasi oleh suatu penghalang. Yaitu alam yang berbeda. Tapi bolehkah aku meminta dan teramat sangat memohon memiliki jendela untuk sekedar melihat alm. Mama ku sedang apa disana. Dan sekedar untuk mengucapkan "selamat ulang tahun" untuknya? Karena tepat pada hari ini 8 Oktober, wanita hebat itu, pahlawan dihidupku sedang berulang tahun. Aku sangat ingin bertemu dengannya, hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan memeluk erat dirinya. Bahwa aku sangat merindukan mama. Aku ingin, saat aku terbangun di pagi hari nanti dan membuka jendela, aku bisa menemukan mama di jendela kehidupannya disana. Sekali lagi, selamat ulang tahun mamaku tercinta. Semoga engkau selalu damai dan bahagia disisi-NYA. Doa ku selalu menyertaimu :)

#9 #15harimenulisdiblog

Kamis, 29 September 2011

Bukan Obsesi

Dari aku kecil, aku sudah suka membaca. Mulai bacaan di papan reklame pinggir jalan, di billboard, pamflet, majalah, komik, buku dongeng, hingga koran. Dan hobi membaca ku itu berlanjut hingga aku remaja ini. Aku suka sekali membaca biografi seseorang, buku motivasi, majalah, juga novel. Entah kenapa saat aku membaca novel. Aku bisa merasakan menjadi peran utama didalam novel tersebut. Hingga akhirnya aku pun menyalurkan juga hobi menulisku ke dalam bentuk novel yang saat ini sedang tahap proses penyelesaian. Isi novel yang ku buat sederhana. Kisah nyata dari kehidupanku. Aku menganggap novel ini sebagai diary. Aku tidak tergolong anak yang introvert. Tapi sepertinya untuk beberapa masalah ada yang tidak bisa aku ceritakan pada semua orang yang dekat denganku. Mungkin setelah nanti novel ku selesai dan berhasil memenuhi syarat untuk segera di terbitkan. Semua orang yang mengenalku baru akan tahu siapa aku sebenarnya dan dari mana aku berasal. dan mungkin mereka dan kamu yang mungkin menyempatkan waktu untuk berkunjung ke blog ku dan membaca entry ini. Akan menilai sendiri bagaimana aku menjalani masa masa sulit dan masa masa berat di hidupku selama ini. Aku ingin menjadi penulis novel yang best seller. Yang tentu nya juga bisa bermanfaat untuk setiap orang yang membaca nya. juga bisa memotivasi mereka dan membangkitkan mental mereka setiap mereka menghadapi masa masa sulit dan berat dikehidupan ini. Aku hanya ingin berbagi tanpa pernah sedikit pun bermaksud menggurui kalian. Aku juga hanya manusia biasa. Punya perasaan yang sensitif apalagi aku ini wanita. Aku ingin berbagi sedikit cerita dan pengalaman bagaimana seharusnya kita memanfaatkan hidup kita yang singkat dan indah ini dengan hal hal yang menyenangkan. Aku rasa ini bukan obsesi belaka. Bismillahirohmanirrohim semoga allah mengijinkan aku untuk cepat cepat menyelesaikan novel ku ini.

Minggu, 25 September 2011

FLASHBACK (Part 2)

jujur, saat malam itu. Sebelum aku pulang. Aku ingin sekali mencium pipi nya. Tapi entah dorongan perasaan apa, yang membuat aku mengurungkan niat untuk menciumnya. Aku hanya cium tangannya.
Sesampai dirumah. Aku tidak bisa tidur, sekalinya aku tertidur pun karna ada beberapa bunyi telpon berdering namun setelah diangkat, telpon itu langsung mati.
sampai akhirnya aku tertidur.

20 JANUARI 2011
Aku terbangun tepat jam alarm ku berbunyi.
Saat aku sedang bersiap siap menyiapkan seragam untuk ke sekolah. kakak ku menelpon nenekku. Dia bilang dengan tergesa gesa dan suara agak kecil karna sudah terisak tangis. "cepetan kerumah sakit! Mama udah koma di ICU, nafasnya udah engap engapan".
Aku yang sepertinya tahu ekspresi nenekku, langsung lemas, terduduk di sofa. Terisak tangis. Entah pikiran ku terbawa melayang sampai mana.
Semua orang rumah langsung bergegas menuju rumah sakit. Begitu juga kedua om-ku.
Sesampai disana aku langsung membuka pintu ruang ICU dengan perasaan tak karuan.
Yap kakakku langsung keluar saat kami semua masuk, mata nya sembab, bahkan masih terus meneteskan air mata. Mungkin saat itu dia butuh waktu untuk menenangkan diri.
Saat melihat mama terbaring lemas dan pucat di atas tempat tidur dengan segala alat dan kabel yang melekat di badannya. Air mata ku tumpah seakan hujan turun langsung deras, tanpa ada rintik rintik gerimis.
Napasnya di pompa dengan alat rumah sakit, kaki nya sudah kaku, sudah dingin dan kuku jari nya pun sudah biru.
Aku berdiri di sampingnya, melafalkan 'la illaha ilallah' tanpa henti seakan menuntunnya untuk mengucapkannya juga. saat itu wajah ku hanya berjarak 1cm-2cm dengan wajahnya karna aku melafalkan kalimat itu tepat di telinganya. Masih tercium dan terdengar nafas mama yang sedikit sedikit dia hembuskan dengan bantuan alat. Lalu aku pindah tempat ke sebelah kanan mama, membacakan surat yasin di dekat telinga nya juga. Tapi belum selesai aku membacakan surat yasin sampai habis. Nenek dan salah satu suster yang menjaga mama ku saat itu bertatap muka, mata nya bertemu. Dan suster mengatakan kalimat yang bisa saja membunuhku juga saat itu, yang bisa juga mengehentikan detak jantungku saat itu. "maaf, ibu ini udah ga ada". Sambil melirik mama ku.
Tahukah kamu teman, saat itu juga satu ruang ICU terpenuhi oleh jerit suara ku, jerit tangis ku. Bahkan mungkin dengan suara jeritanku bisa menyadarkan orang orang yang sedang koma di dalam ruang ICU itu.
Kamu tahu apa yang ku rasakan saat itu? Sungguh tidak dapat di ungkapkan. Pedih, sakit, sesak, semua nya gelap, semua nya berakhir. Pikiran ku kacau.entah ini hanya mimpi atau memang nyata? Entah ini hanya akting atau memang benar adanya. Lalu nanti setelah ini aku akan tinggal bersama siapa? Sempat merasa dunia ini tidak adil. Atau memang benar ada nya bahwa dunia ini tidak adil? Tapi kamu tidak akan pernah merasakan kehilangan sebelum kamu sendiri merasakannya.
Kehilangan separuh dari jiwa kamu.
Satu yang sangat ku sesali saat itu. Kenapa aku tidak menjaga nya malam itu dirumah sakit?kenapa aku malah pulang?kenapa aku tidak mencium nya saat pamit pulang? Namun demi allah aku ikhlas. Menjalankan semua cobaan yang tidak pernah berhenti datang untuk menguji ku.

FLASHBACK (Part 1)

entah kenapa hari ini pengen banget rasanya flashback. Flashback ke masa masa kecil gua. Yang saat itu belum ngerasain sakit hati dan tekanan batin. Saat dimana dalam satu rumah masih lengkap ada mama, papa dan kakak gua... Tapi mungkin 1000 entry pun ga akan cukup untuk menceritakan itu semua.
Seperti biasa, yang gua rasakan saat menulis entry ini adalah rasa rindu yang emang udah nggak bisa terbendung lagi.
Dan rasa rindu ini udah nggak bisa di ungkapkan, karna gua udah beda dunia sama orang yang gua rindukan ini. Yap. she is my superhero, she is my supermother.
5 hari sebelum hari paling menyakitkan itu.

15 JANUARI 2011
hari ini hari sabtu, mama bilang klo besok pas hari minggu, mama di ajak sahabatnya ke rangkas. Hari ini gua dateng ke pensi SMA salah satu di tangerang. Cuma formalitas buat menuhin undangan yang dikasih dari osis aja. Pas maghrib anginnya emang kenceng banget terus mama sms "angin kenceng, pulang aja". Terus nggak sampe malem gua uda pulang kerumah. Malam itu, berdua sama alm. tiduran sambil nonton tv diruang depan, posisi tidurannya mama meluk gua, kaki nya nindihin kaki gua, kayak klo dia lagi meluk bantal guling, malam itu cerita2, sampe mama ngucapin kata kata agak aneh "de, klo nanti kamu nikah mama masih bisa lihat nggak ya?". Gua cuma bilang "ya masihlah ma harus". Tanpa terpikir ada maksud apa dari yang mama ucapin malam itu.


16 JANUARI 2011
hari minggu ini mama udah pergi ke rangkas sebelum gua bangun, dia cuma nyiapin sarapan pas itu. Sampe mama pulang agak malam, malem ini masih sama. Mama tiduran di sebelah gua sambil nonton tv. Dan meluk gua, seperti layaknya gua bantal guling.


17 JANUARI 2011
Hari senin pagi mama udah berangkat, malah sebelum gua berangkat sekolah. Dia bilang sih janjian sama temennya di stasiun, karna mau nemenin temennya ke mangga dua. Pas malemnya mama seperti biasa tisuran di depan ruang tv sama gua sambil cerita. Tadi dikerjain sama temennya, ternyata temennya datengnya sekitar jam 9. Berarti mama nunggu di stasiun sendirian sekitar 3jam. Parah emang.. Gua ngedenger cerita itu agak sedikit kesel juga.


18 JANUARI 2011
Hari selasa mama pergi sama sahabatnya, pas maghribnya pulang jemput gua dan kakak gua ngajak makan di luar, masih ada 2 orang temen mama juga. Malam itu mama pesen ayam rica rica klo nggak salah. Pas pulangnya, sampe depan rumah mau masuk rumah, gua denger suara burung yang biasanya nandain ada orang yang mau meninggal. Malem itu masih bilang ke mama "ma, kok ada suara burung yang biasanya ada orang mau meninggal itu ya?". "hmm, siapa ya yang mau meninggal?" bahkan mama pun nggak tau klo ternyata burung itu yang memperingatkan kematian nya.


19 JANUARI 2011
Rabu pagi pagi mama udah ngeluh klo perutnya sakit, tapi karna emang biasanya mama sakit perut itu cuma karna sakit maag, asam lambungnya udah kronis jadi gua cuma menyarankan mama minum obat maag. Terus gua berangkat sekolah. Karna hp gua lowbat jadi akhirnya mati. Hari itu ada remedial fisika, jadi gua pulang agak siang. Pas istirahat sambil nunggu remedial sepulang sekolah, ternyata ada temen, yang bawa charger. Sambil di charger, gua nyalain hp. Ada 2 new message. Dari mama "de, cepet pulang mama sakit" pas gua liat itu sms dr jam 9 pagi, dan sms 1 lagi dari temen mama yang juga nyuruh gua pulang juga. Selesai nya remed gua langsung pulang. Jam 3 sampe rumah. Dirumah ada kakak gua, sama 2 temennya mama. Dan mama yang lg terkulai lemas megangin per utnya sambil merintih kesakitan. Jam 5 mama di bawa ke UGD rumah sakit u***a *n*a*i gua udah nangis daritadi nyesel plus bingung harus gimana. nggak lama mama udah di bawa ke ruang rawat inap. Mama masih merintih kesakitan, sambil terus bilang ."mama ga kuat mama ga kuat" jam 8 gua pulang, karna harus siapin buat besok sekolah. Malam itu kakak gua yang jaga . Sambil pamit ke mama, dia bilang agak terbata bata "besok pulang langsung kesini ya, temenin mama" (to be continued)

Senin, 12 September 2011

Cinta Mati

Lihat aku. Lihat aku saja.

Aku punya semua yang kau butuhkan. Aku akan memberikan semua yang kau inginkan. Tetaplah di sisiku, jangan pergi. Aku tak ingin kau menoleh ke arah lain.

Lihat aku. Lihat aku saja.

Jangan pernah mengkhianatiku. Terpikir sedikit pun jangan. Aku tak bisa membayangkan hidup tanpamu. Aku tak akan membagimu untuk siapa pun. Harusnya kau tahu itu.

Tapi kenapa kau tak hanya melihat ke arahku?

Kau terdiam, menelan sejuta rahasia di dalam rongga mulutmu. Aku tercekat, tak menyangka begini caramu membalas cintaku. Tidak. Kau tak akan lolos semudah itu. Kau milikku. Tak seorang pun boleh memilikimu selain aku

Cintaiku saja. Atau mati.


(kata-kata di belakang cover novel berjudul "cinta mati" karya Armaya Junior)

Jumat, 09 September 2011

sebatas pandangan

Dengan tajam aku memandang langit.
Begitu luas.
Seolah aku ingin selepas angin membawa ku terbang kehamparan langit.
Dengan tajam aku memandang lautan.
Begitu indah dan biru.
Seolah aku ingin serbuan ombak membawa ku hingga ke daratan pulau kebahagiaan.
Dengan tajam aku memandang pegunungan.
Begitu tinggi dan menyejukan.
Seolah aku ingin di bawa ke puncak ketinggian untuk meneriakan semua beban.
namun sayang, itu semua hanya sebatas pandangan. Hanya sekedar angan dan keinginan seorang manusia yang merindukan ketenangan jiwa dan kedamaian pikiran. Dan manusia itu aku. Dimana aku hanya seorang yang tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ketenangan dan kebahagiaan yang kini hampir sirna, yang kini hampir tak ada.
Aku tertawa, namun bukan berarti aku bahagia.
Aku tersenyum, namun bukan berarti aku mendapat ketenangan dan kedamaian.
Itu semua hanya untuk menutupi semua kerapuhan perasaanku. Hanya untuk menutupi bahwa aku baik baik saja.

Kamis, 08 September 2011

perubahan kecil malam ini

sejak kemarin malam, rasa sakit di kepala ku bertahan. namun sekejap hilang, dan lalu rasa sakit itu kembali datang. Hingga sampai malam hari ini. Harus ku akui, rasa sakit di bagian kepala belakang ku ini terlampau sering ku rasa. entah karena memang kebiasaan ku yang sering menahan rasa lapar atau entah lah apa penyebabnya. malam ini, aku hanya berdiam diri di kamar, dalam keadaan rebahan, dan air mata ku menetes karena menahan rasa sakit di kepalaku ini. Ketika rasa sakitnya memuncak, air mata ini seakan turun semakin deras. dari dulu sampai sekarang, aku memang tidak bisa meminum obat secara langsung dengan menggunakan air. Aku baru bisa menelannya di bantu oleh pisang, jelly atau obat tersebut harus di hancurkan terlebih dahulu, mungkin ini yang membuat ku malas minum obat, apalagi jika dirumah tidak ada pisang. aku pun lalu tertidur, dengan mata sembab dan masih basah air mata di pipi ini. Tiba tiba sesosok laki laki datang. Iya dia ayahku. Dia menanyakan keadaanku lalu membawa kan obat dan segelas air. Lalu ia menghancurkan obat tablet itu ,menjadi serbuk puyer yang bisa aku minum. Bahkan dia menyuapi ku minum obat itu. Tahukah kamu teman? Ini perubahan kecil. Dimana terakhir aku di perlakukan seperti ini saat aku berumur 7 tahun. Sebelum pada akhirnya sebuah tragedi besar terjadi yang memisahkan kita. Dan membuat ada sedikit butir kebencian yang tertanam di batinku terhadapnya. Aku bahkan kaget, seakan tak percaya. Bahkan tahukah kamu? Mungkin dalam seminggu, semua kata yang aku ucapkan ke dia dan sebaliknya bisa dihitung menggunakan jari. Itu karna kami jarang sekali membuka obrolan. Namun kini? Dia memperlakukan dengan begitu manis. Tahukah kamu? Apa harapan ku saat itu? Aku berharap biarkanlah aku tetap sakit seperti ini, agar papa selalu juga, memberi ku perhatian yang sedemikian manis dan lembutnya.

Senin, 29 Agustus 2011

17 tahun di dunia ini

hari ini, 29 Agustus 2011. Tepat 17 tahun setelah tanggal 29 Agustus 1994. Dimana pada hari itu ibu ku sedang berjuang untuk melahirkan ku ke dunia ini. Ingin rasanya aku kembali. Pada masa 17 tahun yang lalu. Pada saat aku pun ikut berjuang untuk keluar dari dalam rahim wanita hebat itu. Sungguh, aku ingin melihat dimana saat aku lahir dan menangis kencang. Dimana saat ibuku menangis terharu bahagia karena telah melahirkanku dengan selamat. Aku ingin melihat senyuman terindah ibuku saat ia tahu bayi perempuan darah dagingnya lahir ke dunia ini dengan normal dan sehat.. Lalu hari ini, usia dimana aku menjadi remaja yang beranjak dewasa. 17 tahun. Dimana anak perempuan remaja seumuranku memeriahkan usia nya ke 17 dengan sebuah pesta .tentu saja dengan kedua orang tua nya. Namun bagaimana denganku? Tepat pukul 00:00 hari ini. Aku memejamkan mata dan meminta permintaan pada tuhan. apakah kamu tahu apa yang ku minta?apa yang ku sebutkan kepada allah?bukan pesta yang megah dan meriah, bukan hadiah yang berlimpah, bukan barang barang mewah tentu saja. Permintaanku sungguh sangat sederhana sekali. Aku meminta agar alm. Mama ku mengucapkan selamat ulang tahun dan tentu saja doa doa seorang ibu pada anaknya saat anaknya berulang tahun. Walaupun mama ku hanya datang dan mengucapkannya lewat mimpi. Sudah lebih dari cukup untukku. Apakah itu mustahil? Aku rasa tidak ada yang mustahil di dunia ini.

Jumat, 19 Agustus 2011

Tanggal 20 yang ke 7

tommorow is 20 August.
that's mean? udah 7 bulan mama ninggalin gua.
entah perasaan apa ini yang gua rasain?udah 7 bulan. tapi kalau boleh jujur masih ada sedikit perasaan dalam hati yang nggak bisa gua ungkapin dan gua perjelas dengan kata-kata apapun. rasanya itu sakit, dada gua sesak setiap kali flashback ke tanggal 20 januari 2011 lalu. masih ada perasaan belum rela. setelah gua kehilangan penyemangat gua itu, pelita jiwa gua dan penerang hidup gua emang sering banget gua merasa hidup sendirian, nggak ada artinya.. nggak ada gunanya. mungkin kalau ada yang nanya "menurut lo siapa pahlawan paling hebat di negeri ini?" pasti gua jawab dengan lantang.. "MAMA!!!" dia pahlawan di kehidupan gua, nggak akan ada wanita sehebat dia sekalipun itu malaikat. mungkin mama adalah malaikat yang allah berikan buat pengarah di kehidupan gua. kalau ada yang nyuruh gua menuliskan kehebatan-kehebatan mama didalam sebuah kertas, gua mungkin harus membabat semua pohon di belantara kalimantan buat menjadikannya kertas.
ada saatnya setiap manusia dihadapkan oleh sebuah masalah dan sebuah pilihan. tapi kenapa setiap gua ada masalah, allah memberikan gua masalah yang datang tanpa ada jeda-nya. belum sanggup gua menyelesaikan satu masalah. allah udah nambahin satu masalah lain dan masalah lainnya. dan kenapa allah nggak pernah membiarkan gua untuk menentukan pilihan bahkan terkadang ia nggak memberikan gua pilihan apapun. terkadang sering banget gua merasa hidup ini anggak adil. setiap gua merasakan kebahagiaan bersama orang yang teramat gua sayang lalu nggak lama allah akan membuat dia pergi bahkan mengambilnya untuk selama-lamanya. terkadang kalau boleh jujur. seriiiiiiing banget gua merasa lelah, merasa "ya udahlah dari kecil bahkan sampai gua beranjak dewasa ini nggak pernah merasakan kebahagiaan yang biasanya remaja seumuran gua merasakannya." apa ini semua udah suratan takdir jalan hidup gua?miris ya emang. .. tapi walaupun semua nya begitu. gua tetap mensyukuri nikmatnya yang telah allah berikan ke gua.

Selasa, 05 Juli 2011

Doa terakhir Mama

Aku ingat seminggu sebelum mama meninggal dia memelukku saat kita berdua lagi tiduran di depan ruang tv. Dia membisikkan aku sebait dua bait Doa dari bibirnya "ya allah berikan selalu kesehatan, keselamatan dan kedamaian untuk anakku talitha. Biarkan dia selalu tersenyum manis, jadikan ia selalu bahagia. Berkati dia di dunia yang penuh cinta, bekali dengan kekuatan untuk menghadapi segala ujian. Dan terima kasih ya allah, kau berikan hamba seorang gadis cantik yang membanggakan. Amin"

saat mendengar kata kata itu aku pun hanya terhenyak, aku meneteskan air mata, dan meminta mama mengucapkan sekali lagi, dan aku mencatat itu di notes handphone ku.

pada tanggal 25 juni, aku baru membuka semua tulisan di handphone ku, lalu aku ingat doa terakhir yg mama bisikkan ke telinga ku saat malam itu. Lalu aku pun juga seraya memberikan ia doa yg sederhana, hanya doa dari seorang anak yg sangat merindukan mama nya, yakni doa untuk mama dari aku "ya allah berikan ketenangan dan kedamaian untuk mama ku disana. Izinkan mama kembali tersenyum manis dan selalu tersenyum manis, angkat semua bebannya dan jadikan mama selalu bahagia disana,selalu ada dalam surgamu yang indah,ketenangan jiwa di tempat terindah di sisimu ya allah . Biarkan mama tahu betapa mama selalu di cintai anak anaknya. TERUTAMA AKU YANG SANGAT MENCINTAINYA, biarkan mama tahu betapa mama selalu dirindukan anak anaknya. TERUTAMA AKU YANG SANGAT MERINDUKANNYA :') "